Berhasil Jalankan Misi Kemanusiaan, 8 Personel Lanud Hadisoemantri Dapat Penghargaan

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Hadisoemantri Letkol Pnb Dion Aridito memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 8 orang personelnya yang tergabung di dalam tim Search and Rescue (SAR) atas kinerja serta loyalitas mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Misi tersebut adalah pencarian korban tenggelam di daerah Desa Tebuah Marong, Ledo, Bengkayang, Kalimantan beberapa waktu lalu. Keberhasilan misi kemanusiaan itu, kata Danlanud Hadisoemantri telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Baca Juga: Askomlek KSAU : Aplikasi Single Dashboard Disiapkan untuk Kelola Data dan Arsip TNI AU
Pemberian apresiasi dan penghargaan ini merupakan tindak lanjut dari Komando Atas, yaitu Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II, Marsda TNI Mohammad Nurdin.
"Kita juga patut mengapresiasi rekan-rekan kita yang dengan ikhlas dan sukarela membantu pencarian korban tenggelam dan korban tersebut bisa diketemukan," ungkap Letkol Pnb Dion dikutip dari instagram @hadairforce, Minggu (31/12).
Baca Juga: Usai Beroperasi Selama 45 Tahun, Helikopter SA-330 Puma Jadi Koleksi Muspusdirla
"Sebagai prajurit TNI AU di perbatasan, kita harus bisa bermanfaat serta memberikan pertolongan kepada masyarakat sekitar," sambungnya.
Pelaksanaan misi kemanusiaan ini pada dasarnya menjadi bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang kerap dilakukan oleh prajurit TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































