Bendera Merah Putih 79 Meter Dibentangkan di Lampung

Jakarta, IDM – Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter dibentangkan di kota Bandar Lampung, Senin, (12/8). Kirab bendera ini dilakukan oleh 200 personel gabungan TNI-Polri dalam rangka untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) ke-79 Tahun 2024.
Dilansir keterangan dari Pendam II Sriwijaya, Senin, (12/8) personel gabungan ini dari satuan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar lampung. Bendera dibentangkan di Bukit Aslan Bandar Lampung.
Baca Juga: Panglima TNI: Bapakku Tentara Tamtama TNI AD dengan Kendaraan Sepeda Ontel
Dandim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arh Tan Kurniawan berharap, kirab bendera ini dapat membangkitkan semangat kebangsaan bagi generasi penerus bangsa untuk lebih menghargai pengorbanan para Pejuang dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, kegiatan ini merupakan simbol semangat kebangsaan dalam memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-79 tahun.
Baca Juga: Mengenang Serangan Umum 4 Hari Kota Surakarta
Selain itu, Kapolres menyebut bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan NKRI dan keamanan di wilayah Bandar Lampung. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































