TEKNOLOGI

Bell 412, Helikopter Multiperan dalam Mendukung Keamanan dan Pertahanan

Helikopter SUBARU Bell 412EPX
Helikopter SUBARU Bell 412EPX. (Foto: Dok. Bell Textron Inc)

Jakarta, IDM – Helikopter Bell 412 telah terbukti mampu melebarkan sayapnya sebagai armada militer maupun sipil. Helikopter ini merupakan hasil pengembangan dari helikopter Bell 212 pada 1970-an, yang dilengkapi dengan baling-baling dua bilah.

Pengembangan terus dilakukan hingga heli ini dilengkapi dengan baling-baling empat bilah yang efisien dan lebih stabil. Sistem ini juga memungkinkan terbang cepat dengan kebisingan minimal dalam berbagai kondisi penerbangan.

Bell 412 terus berevolusi menghasilkan beberapa versi termasuk 412SP (Special Performance) dengan peningkatan pada kapasitas bahan bakar dan bobot lepas landas; 412HP (High Performance) dengan transmisi yang ditingkatkan; dan 412EP (Enhanced Performance) yang dilengkapi sistem kendali ganda otomatis digital dan mesin yang lebih kuat.

SUBARU Bell 412EPX, jenis terbaru dan tercanggih, merupakan wujud komitmen Bell Textron Inc memproduksi armada berperforma tinggi dalam menjalankan tugas di udara.

Baca Juga: Poltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment, Solusi Air Minum Praktis untuk Prajurit di Medan Operasi

Fleksibilitas Operasional dan Modularitas Misi

Dari perspektif kebijakan pertahanan, Bell 412 menonjol karena modularitas operasionalnya, yang memungkinkan operator untuk menggunakan badan pesawat umum di berbagai tipe misi.

Kabin dapat menampung hingga 13 penumpang atau muatan kargo, yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan misi termasuk mendukung pergerakan pasukan taktis, evakuasi korban dan medis, pemindahan kargo secara vertikal dan logistik tanggap bencana.

Penggunaan pintu geser di kedua sisi heli juga menjadi aspek penting guna akses yang mudah dan cepat dalam mempersingkat proses pengangkutan logistik maupun personel.

Baca Juga: Drone Harpia Jadi Kandidat Alutsista Pengintai untuk TNI AD

Platform ini juga dapat dilengkapi dengan utilitas tambahan berupa pemasangan senjata di sisi pintu atau muatan sensor untuk intelijen, pengawasan, pengintaian. Fleksibilitas ini mendukung kemudahan modifikasi kekuatan, sehingga satu jenis helikopter dapat digunakan di berbagai misi.

Pemeliharaan dan Ekonomi Keberlanjutan

Helikopter Bell 412 memiliki biaya pemeliharaan rendah dibanding dengan pesaingnya. Platfrom ini pun telah menjangkau banyak negara dengan rantai pasokan global untuk suku cadang, peralatan, dan sistem pelatihan.

Selain Indonesia, angkatan bersenjata yang mengandalkan platform ini diantaranya Kanada, Jepang, Norwegia, Meksiko, Sri Lanka, dan Filipina. Adapun, Indonesia menjadi negara yang mengoperasikan Bell terbanyak, dengan PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi berbagai komponen sebagai bagian dari rantai pasokan global. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.