Begini Cara Taifib Latih Kemampuan Menyelam untuk Infiltrasi Bawah Air

Jakarta, IDM – Para prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir melaksanakan latihan penyelaman dalam rangka memelihara kemampuan tempur, Jakarta, Senin (14/4).
Adapun latihan penyelaman tersebut dipimpin Kapten (Mar) Wahyu Ari dengan menekankan faktor keamanan dan keselamatan serta dilanjukan oleh ketua tim materi, yaitu Letda (Mar) Hendra Syahputra dengan memberikan penyegaran teknik selam tempur untuk menjaga kemampuan prajurit.
Baca Juga: TNI Latih Prajurit Jadi “Handler” K9, Khusus Misi Pertempuran dan OMSP
Komandan Yontaifib 1 Marinir Letkol (Mar) Dave M.H. Lomboan, menerangkan penyelaman dilakukan dengan teknik open circuit, yakni prajurit mencari dan mengangkat objek tenggelam.
"Kemudian, prajurut berlatih teknik close ciruit, dengan navigasi bawah permukaan menggunakan kompas bawah air menuju titik yang telah ditentukan dalam hubungan tim dan perorangan," jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Selasa (15/4).
Baca Juga: Kumpulkan Para Komandan Lantamal, Pangkoarmada II Ajak Wujudkan Swasembada Strategis
Dave juga menyampaikan, keberhasilan suatu operasi tempur, khususnya wilayah perairan salah satunya ditentukan oleh kemampuan infiltrasi, salah satunya adalah infiltrasi lintas bawah permukaan.
"Selam tempur merupakan syarat mutlak yang harus dikuasai oleh setiap prajurit Yontaifib 1 Marinir sehingga dapat mendukung tugas pokok satuan dan operasi yang lebih besar," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































