HANKAM

Begini Cara Polisi Militer Marinir Kejar Desertir TNI

Yonpom 1 Marinir.
Yonpom 1 Marinir berlatih simulasi pengejaran desertir TNI di Bogor, Kamis (10/7). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Batalyon Polisi Militer (Yonpom) 1 Marinir menjalankan tugas “Yudha Kelana” untuk menangkap seorang prajurit TNI yang diduga melarikan diri di wilayah Cariu, Bogor, Kamis (10/7).

Penugasan tersebut merupakan salah satu materi latihan satuan dasar (LSD) II 2025 untuk mengetahui bentuk tindak pidana desertir yang dilakukan oleh prajurit TNI.

Baca Juga: 13 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftar Lengkapnya

“Yudha Kelana ini bertujuan agar Yonpom 1 Marinir mengetahui proses penyelidikan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi prajurit desertir sampai proses penyidikan tindak pidana,” ungkap Komandan Yonpom 1 Marinir Letkol (Mar) Pahala Mahatahara Suari, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Jumat (11/7).

Ia menjelaskan simulasi latihan ini digambarkan seorang prajurit TNI melarikan diri dari induk pasukan karena merasa tertekan selama pertempuran.

Yonpom 1 Marinir.
(Foto: Dok. Pasmar 1)

“Setelah mendapatkan informasi tersebut dari komando atas, maka komandan pleton Yonpom 1 Marinir langsung memerintahkan satu regu pleton untuk melakukan pencarian,” jelasnya.

Kemudian dari hasil pencarian, Yonpom 1 Marinir mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa prajurit TNI itu dicurigai bersembunyi di perkampungan tengah hutan. Paran anggota pun langsung melaksanakan penangkapan untuk memperoleh keterangan dan pengembangan penyidikan.

Baca Juga: Dua Komandan KRI Satban Koarmada II Berganti, Diingatkan soal Tugas yang Makin Kompleks

“Prajurit yang telah lari itu berhasil ditangkap bersama barang bukti satu pucuk senjata organik laras panjang jenis SS2 beserta amunisi 30 butir,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan simulasi, Pahala berharap latihan Yudha Kelana ini dapat membentuk kesiapan Yonpom 1 Marinir saat melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap anggota desertir, apabila nantinya ditugaskan ke daerah operasi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.