Begini Cara Kopaska Lakukan SAR di Kedalaman Laut

Jakarta, IDM – Tidak banyak yang tahu bagaimana proses penyelamatan bawah laut dilakukan oleh pasukan elite TNI AL. Di balik misi pencarian dan evakuasi korban tenggelam, ada prosedur teknis berlapis yang wajib dijalankan para penyelam tempur Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Untuk memastikan kemampuan itu tetap terjaga, para penyelam Satuan Kopaska Koarmada III kembali menjajal prosedur pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) bawah air langsung di perairan Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (14/10).
Baca Juga: HUT ke-80 Zeni TNI AD, Kapusziad: Kami Siap Jaga Kedaulatan dan Membangun NKRI
Komandan Satuan Kopaska Koarmada III Kolonel Laut (S) Taufan B, menjelaskan salah satu teknik utama yang dilatih adalah circular search, yakni metode pencarian menggunakan pola melingkar dengan satu titik sebagai pusat.
Dalam praktiknya, seorang penyelam bertindak sebagai jangkar, sementara penyelam lainnya bergerak mengitari sambil menarik tali penghubung.

"Latihan ini melatih koordinasi tim, ketepatan navigasi, dan kemampuan orientasi penyelam dalam kondisi visibilitas terbatas di bawah permukaan air," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Rabu (15/10).
Setelah area dipastikan aman, latihan dilanjutkan dengan decompression dive. Penyelam dilatih disiplin menjaga waktu dan kedalaman sesuai tabel penyelaman untuk menghindari decompression sickness, kondisi berbahaya akibat gelembung nitrogen dalam tubuh saat naik ke permukaan terlalu cepat.
Baca Juga: TNI AL Siapkan Sistem Komando Maritim Berbasis Satelit VSAT
Taufan menyebut latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan tempur prajurit Kopaska. "Seluruh personel harus selalu siap melaksanakan berbagai tugas operasi bawah air, termasuk misi SAR," ujarnya.
Menurutnya, melalui latihan bertahap dan berulang seperti ini, Kopaska memastikan setiap penyelam tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu bertugas dengan cepat serta efektif di berbagai kondisi dan medan penugasan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































