HANKAM

Begini Cara Koarmada II Uji Rencana Operasi Gabungan Amfibi

Koarmada II
Koarmada II menggelar uji konsep rencana operasi komando tugas gabungan amfibi melalui metode TFG, Surabaya, Jumat (6/2). (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) II terus mematangkan strategi tempur demi meningkatkan profesionalisme prajurit. Salah satu langkah kuncinya adalah menguji konsep rencana operasi komando tugas gabungan amfibi (kogasgabfib) sebagai persiapan latihan operasi pertahanan pantai (latopshantai) 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/2). Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana Pertama Endra Hartono, hadir langsung mewakili Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya.

Baca Juga: Kemhan Kaji Krakatau Steel sebagai Kawasan Pertahanan Terintegrasi

Dalam simulasi ini, Koarmada II menerapkan metode permainan taktis di atas peta atau yang dikenal dengan tactical floor game (TFG). Endra, yang bertindak sebagai wakil panglima kogasgabfib, menjelaskan metode ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sebelum operasi yang sebenarnya berjalan.

"Kami melaksanakan uji konsep ini untuk menyelaraskan rencana operasi Kogasgabfib. Tujuannya agar strategi di lapangan nanti benar-benar selaras dengan strategi kampanye militer komando gabungan TNI," ujar Endra, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (7/2).

Menurut Endra, simulasi lantai ini bukan sekadar pemaparan, melainkan sebuah ujian terhadap kesiapan susunan pasukan dan rencana garis besar. Para perwira menggunakannya untuk menganalisis berbagai skenario guna menemukan cara bertindak yang paling efektif.

Baca Juga: Indonesia-Australia Perkuat Kemitraan Strategis lewat Traktat Keamanan Indo-Pasifik

"Lewat TFG, kami merumuskan dan menganalisis cara bertindak terbaik dalam pelaksanaan operasi amfibi. Harapannya, seluruh unsur memiliki kesamaan pemahaman, baik soal rencana operasi maupun pola dukungan antar-unsur," tegas perwira tinggi bintang satu tersebut.

Langkah taktis ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AL, khususnya Koarmada II, dalam menyiapkan prajurit yang adaptif. Dengan pengujian konsep yang matang, Koarmada II memastikan sinergi antar-satuan berjalan maksimal saat menghadapi dinamika tantangan tugas ke depan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.