Bedah Jalur Penyelundupan Narkoba dan Senjata di Laut, TNI AL Kumpulkan Aparat Penegak Hukum

Jakarta, IDM – TNI AL menggandeng BNN, Bea Cukai, hingga kementerian terkait untuk membongkar modus penyelundupan di perbatasan laut. Pertemuan strategis di Jakarta pada Rabu (16/9) ini berfokus memetakan jalur gelap narkotika, senjata api, hingga barang ilegal.
Staf khusus kepala staf angkatan laut (Stafsus KSAL) Laksamana Madya Agus Hariadi membuka forum diskusi keselamatan laut tersebut. Sejumlah petinggi instansi penegak hukum hadir menjadi pembicara, mulai dari BNN, Bea Cukai, Kementerian Hukum, Kementerian ESDM, hingga Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV.
KSAL Laksamana Muhammad Ali menegaskan, posisi geografis Indonesia menyimpan ancaman kejahatan maritim yang nyata. Penyelundupan di laut kini mencakup narkoba, senjata api, satwa langka, hasil tambang, hingga barang haram lainnya.
Baca Juga: Soroti Keselamatan Kapal Selam, TNI AL dan US Navy Pertajam Kerja Sama
"Luasnya wilayah perairan yurisdiksi Indonesia serta posisi geografis Indonesia yang strategis menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi keamanan maritim," kata Agus saat membacakan amanat tertulis Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (17/9).
Ia menyampaikan, TNI AL terus menjalankan fungsi penegakan hukum di laut sesuai regulasi nasional dan internasional. Namun, menjaga laut Indonesia yang sangat luas butuh kerja sama erat antarinstansi.
"Pencegahan tindak pidana penyelundupan membutuhkan sinergi antara TNI AL, Polri, BNN, Kejaksaan, Bakamla, Bea Cukai, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait," kata Agus.
"Luasnya wilayah keamanan maritim Indonesia tidak dapat dijaga oleh satu institusi saja," lanjutnya.
Baca Juga: TNI AD Bangun Sarana Pirolisis, Olah Sampah Menggunung di TPA Galuga
Dalam amanatnya, Ali turut memaparkan sederet capaian penindakan hukum TNI AL di laut. Sepanjang 2025, prajurit TNI AL berhasil menggagalkan tambang ilegal dan penyelundupan 516 ton timah dengan nilai aset negara yang terselamatkan mencapai Rp154,82 miliar.
Aksi terbaru berlangsung pada Agustus 2026 saat KRI Kerambit-627 mencegat kapal motor MV King Sun di tengah laut. Dari penggeledahan tersebut, petugas menyita bahan pembuat narkoba jenis ketamine seberat 1,3 ton.
Lewat forum ini, para penegak hukum di laut sepakat memperketat koordinasi operasional di lapangan. Kolaborasi ini bertujuan merumuskan langkah taktis untuk menutup rapat jaringan penyelundupan terorganisasi di perairan Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































