Bawa Alat Berat dan 3 Ton Logistik, 217 Marinir Dikerahkan ke Flores

Jakarta, IDM – Korps Marinir memberangkatkan 217 personel Pasmar 2 menuju wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8). Rombongan pasukan bertolak dari Dermaga Semampir Koarmada II Surabaya menumpangi KRI Soeharso-990.
Pengerahan pasukan ini diputuskan Panglima Korps Marinir Letjen (Mar) Endi Supardi menyusul gempa berkekuatan M 7,7 yang berpusat di Nagekeo. Kapal pengangkut dijadwalkan tiba dan merapat di Pelabuhan Reo, Manggarai, pada Jumat (21/8) pagi.
Misi kemanusiaan ini membawa kekuatan zeni konstruksi, personel kesehatan lapangan, alat berat, serta pasokan bahan pokok untuk warga terdampak.
Baca Juga: Temui Pimpinan AL Vietnam, KSAL Bahas Kapal Selam hingga Patroli ZEE
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, personel dan material difokuskan untuk membuka akses fasilitas vital sekaligus memberikan pelayanan medis di posko darurat.
"Prajurit Korps Marinir hadir langsung di titik bencana demi memastikan warga yang terdampak tertangani dengan baik," ujar Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (20/8).
Rana memerinci, material zeni yang dikapalkan mencakup buldoser, ekskavator, truk jungkit (dump truck), armada angkut personel, hingga ambulans. Selain armada berat pembuka jalur logistik, kapal membawa 3 ton bahan pokok, obat-obatan, tenda, kasur lipat (velbed), serta perlengkapan khusus ibu dan bayi.
Baca Juga: Kemhan: KRI Ki Hajar Dewantara-364 tak Lagi Ekonomis Diperbaiki, akan Dijual secara Lelang
Pengerahan pasukan Korps Marinir ini bergulir di tengah rentetan gempa susulan yang masih mengguncang daratan Flores. Data BNPB per hari ini mencatat lebih dari 3.400 kali gempa susulan terjadi sejak gempa utama, mengakibatkan 72 korban jiwa, 900 orang luka-luka, dan lebih dari 82 ribu warga mengungsi.
Pemerintah Provinsi NTT kini memberlakukan status tanggap darurat bencana hingga 28 Agustus 2026 mendatang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































