Bawa 10 Heli, KSAL Beberkan Cara Kapal Induk Garibaldi Padamkan Karhutla dari Laut

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan kapal induk pertama Indonesia buatan Italia, yang bakal dinamai KRI Gajah Mada, sedang berlayar menuju Tanah Air. Kapal perang ini berada di Kolombo dan dijadwalkan tiba pada 17 September 2026.
Pemerintah menyiapkan kapal bekas Italia tersebut buat fungsi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapal induk ini dimodifikasi menjadi pangkalan terapung (floating base) yang sanggup menampung lebih dari 10 helikopter kelas menengah sejenis Black Hawk atau Mi-17.
Baca Juga: Helikopter Super Puma TNI AU Percepat Pemadaman Api di TPA Galuga dengan Water Bombing
Ali menjelaskan, letak kapal induk yang bersandar di laut bikin operasi pemadaman api di kawasan pesisir jadi jauh lebih efektif. Helikopter bisa langsung mengangkut 4 sampai 5 ton air menggunakan kantong khusus (water bucket).
"Untuk karhutla, helikopter yang bisa dibawa lebih dari 10. Ini nanti rencananya tidak hanya helikopter TNI AL, jadi helikopter AD dan AU juga bisa menggunakan kapal induk ini sebagai platform pangkalan yang berjalan," ujar Ali di Jakarta, Rabu (9/9).
Penerbang helikopter dari tiga matra TNI sudah mulai mematangkan kesiapan operasi gabungan ini. Para pilot berlatih mendarat di atas geladak menggunakan kapal angkut jenis Landing Platform Dock (LPD) yang ukurannya lebih kecil.
Sistem pangkalan terapung ini sekaligus menyelesaikan kendala bahan bakar helikopter pemadam di lapangan. Helikopter bisa langsung mengisi avtur di atas kapal tanpa perlu repot mencari pangkalan darat.
"Dan kalau untuk karhutla, ini kan dekat laut ya, kapal induk ini langsung bisa mengambil air dengan water bucket itu, langsung dibawa ke daerah titik api. Dan ini lebih efektif dan lebih efisien," kata Ali.
Baca Juga: KSAL Ungkap Rencana Penggunaan Drone Bawah Air Buat TNI AL
"Dari satu titik, helikopter bisa kembali lagi ke kapal induk, di situ sudah tersedia bahan bakar avtur yang diperlukan oleh heli. Jadi tidak perlu menclok di daerah-daerah yang belum tentu ada bahan bakar pendukungnya," tambahnya.
Selain pengerahan helikopter pemadam, geladak KRI Gajah Mada juga disiapkan untuk menyokong pengoperasian drone berukuran besar yang sanggup menjatuhkan air. Pemerintah juga mengalokasikan pesawat khusus modifikasi cuaca untuk menyiram titik api dari udara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































