Banyak yang Belum Tahu! Ini Nasib Orang Tua Setelah Anaknya Resmi Jadi Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Memiliki anak yang berhasil lolos rekrutmen prajurit TNI AD tentu menjadi kebanggaan luar biasa para orang tua. Namun, belum banyak yang tahu bahwa begitu sang anak resmi menyandang status siswa pendidikan, nasib dan peran orang tua di luar benteng markas pun ikut berubah secara drastis.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Komandan Rindam XV/Pattimura, Brigjen TNI Irfan Amir saat menggelar tatap muka bersama para orang tua siswa Dikmata If TNI AD Gelombang II TA 2026 di Shelter Heli Rindam XV/Pattimura, Minggu (6/9).
Baca Juga: Prajurit Marinir Sambangi Warga Perbatasan Natuna, Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan
Dilansir dari keterangan Penrindam XV/Pattimura, Amir di hadapan ratusan orang tua prajurit membeberkan realita baru yang kini harus dijalani mereka setelah putra-putra mereka resmi diserahkan kepada negara. Menurutnya kini para orang tua otomatis menjadi bagian dari keluarga besar TNI.
"Anak-anak kita sudah menjadi anak negara. Melalui momentum ini, kita juga mempererat silaturahmi dan menambah keluarga besar TNI yang baru. Pada hakikatnya, setelah anak-anak kita menjadi prajurit TNI AD, bapak dan ibu sekalian juga otomatis menjadi bagian dari keluarga besar TNI,” ujar Amir.
Ketika orang tua dan keluarga resmi menjadi bagian dari Keluarga Besar TNI AD, ada sejumlah implikasi, peran baru, serta ikatan sosial-kelembagaan yang menyertainya di antaranya memiliki tanggung jawab dan etika nama baik, perilaku orang tua dan keluarga di masyarakat turut mencerminkan citra institusi TNI AD.
Kemudian peran "Anak Negara" bahwa orang tua harus mengikhlaskan bahwa prioritas tugas sang anak kini berada di tangan negara, di mana kesetiaan utama sang prajurit adalah kepada NKRI.
Baca Juga: Serka Ari Afandi Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa, Ini Prestasinya
Lebih lanjut di momentum tersebut Amir juga menegaskan bahwa menjadi prajurit TNI AD tidak dipungut biaya. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah imbalan.
“Jangan percaya apabila ada yang meminta imbalan dengan alasan bisa meluluskan anak bapak dan ibu. Itu tidak benar. Anak-anak bapak dan ibu lulus karena memang memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh proses seleksi sesuai ketentuan,” tutupnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































