Bantuan ke 3 Provinsi Terdampak Bencana: TNI Kerahkan 5 Pesawat Angkut, 6 KRI hingga Personel Kesehatan

Jakarta, IDM – TNI mengirim personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) ke tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Empat pesawat angkut yang terdiri dari tiga C-130 Hercules dan satu A400M diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11).
Pesawat-pesawat itu membawa berbagai jenis bantuan sosial sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengirim seluruh bantuan mendesak tanpa menunggu waktu.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan 6 KRI, 4 Helikopter, Kopaska hingga Marinir ke Sumbar–Sumut
“Lebih dari 4.000 prajurit TNI dikerahkan dalam operasi kemanusiaan terpadu ini,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Total, TNI menyiapkan lima pesawat angkut. Satu pesawat lagi yang disiapkan adalah Boeing 737 Camar.
TNI juga mengerahkan sembilan helikopter lintas matra sebagai unsur rotary wing. Rinciannya, empat Caracal TNI AU, satu Mi-17 dan satu Bell 412 TNI AD, dua Panther TNI AL, serta satu Dauphin dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Seluruh unsur udara diberangkatkan pada hari ini, Jumat 28 November 2025.
Baca Juga: Danpuspenerbal Sambangi PT DI, Cek Perbaikan Helikopter Panther dan Proyek CN-235
Dari unsur laut, TNI AL menyiapkan enam Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), antara lain Kapal Bantu Rumah Sakit (KBRS) KRI dr Soeharso-990 dan KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, serta evakuasi korban.

KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang siap membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan kesehatan dan perahu karet.
“Selain itu dikerahkan juga KRI Brawijaya-320 dalam penanggulangan bencana alam ini,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah.
Baca Juga: Yonif 432 Gelar Latihan Menembak Senjata Kelompok
KRI yang dikerahkan oleh TNI AL akan menuju dua lokasi yaitu Nias serta Belawan.
Turut diberangkatkan tiga tim kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD (Puskesad), masing-masing 10 personel yang terdiri dari dua dokter, tiga bantuan kesehatan, dan lima tenaga kesehatan, lengkap beserta peralatan dan obat-obatan untuk memperkuat layanan darurat.
Seluruh bantuan ditujukan ke tiga sasaran utama, yakni Aceh (Lhokseumawe), Sumatera Utara (Sibolga dan Silangit), dan Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau.
Diketahui, pemerintah telah menerapkan status operasi tanggap darurat nasional setelah dampak siklon tropis senyar menimbulkan kerusakan luas di sejumlah wilayah Sumatera. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































