Bantu Tingkatkan Ekonomi, Pasukan Elit TNI Borong Hasil Tani Warga

Jakarta, IDM – Inisiatif satuan tugas yang sedang menjalankan operasi di wilayah penugasan, khususnya di wilayah Papua melalui program borong hasil tani (Rosita) adalah bentuk kepedulian TNI guna mendukung upaya percepatan di Bumi Cenderawasih.
Hal tersebut disampaikan oleh Panglima Habema, Brigjen TNI Lucky Avianto usai menerima laporan kegiatan program Rosita yang dilaksanakan oleh Satgas Yonif Raider 323. Sebagai satuan jajaran Komando Habema, kegiatan tersebut dilakukan di sela operasi pengamanan wilayah perbatasan RI-PNG.
Komandan Satgas Yonif 323 Kostrad, Letkol Inf Tri Wiratno dalam rilis yang diterima Selasa (3/12), menekankan kepada para prajurit TNI bahwa kegiatan membantu kesulitan masyarakat di daerah tugas merupakan hal yang perlu dilakukan saat melaksanakan tugas pokok pengamanan wilayah.
Baca Juga: Sembilan Korps TNI AD Bersinergi Perkuat Manuver Tempur di Baturaja
Atas instruksi tersebut, para prajurit TNI memanfaatkan patroli pengamanan wilayah dengan membantu perekonomian warga yang berjualan hasil tani.
Bermodalkan uang saku para prajurit TNI, hasil tani yang diperdagangkan siang hari itu dibeli dan digunakan untuk kebutuhan makanan para prajurit. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































