HANKAM

Bantu Penanganan Karhutla Kalimantan, Chinook Militer Jepang Ditempatkan di Lanud Supadio

Helikopter Chinook
Helikopter Chinook militer Jepang yang dikerahkan dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi mengungkapkan, tiga helikopter militer Jepang yang dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan bakal ditempatkan di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Dengan demikian, Lanud Supadio akan menjadi homebase Chinook selama berada di Indonesia dan sebelum dikerahkan ke lokasi karhutla. Menurut Tedi, hal tersebut perlu diperlukan agar pengerahan helikopter dapat berada dalam satu sistem komando dan kendali dengan unsur penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

"Karena ini kan pesawat, supaya satu komando kendali, jadi nanti homebase-nya pesawat Chinook dari Jepang itu di Lanud Supadio, Pontianak," ujar Tedi usai membuka Kejuaraan Menembak Panglima TNI Cup di Lapangan Tembak Djamsuri, Jakarta, Sabtu (12/9).

Baca Juga: TNI AL Punya Pusat Latihan Kebakaran Kapal Berstandar Internasional di Surabaya

Tiga helikopter CH-47 Chinook tersebut dibawa ke Kalimantan menggunakan Kapal Perang Jepang JS Kunisaki yang tiba di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9).

Wakil KSAU Marsdya Tedi Rizalihadi
Wakil KSAU Marsdya Tedi Rizalihadi usai membuka Kejuaraan Menembak Panglima TNI Cup 2026 di Lapangan Tembak Djamsuri, Jakarta. (IDM/Yuli Ari)

Dari sisi kapabilitas, Tedi menjelaskan, Chinook memiliki kemampuan water bombing, sehingga dapat digunakan untuk membantu pemadaman karhutla dari udara.

"Sudah ada kapal perang Jepang di Kijing, di Mempawah itu mulai tanggal 10. Itu membawa pesawat Chinook yang bisa water bombing," imbuh Wakil KSAU.

Baca Juga: KSAD Maruli Terpilih jadi Ketua PB PJSI, Target Bawa Judo Indonesia Naik Peringkat

Kesiapan unsur bantuan tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kamis (10/9). Peninjauan dilakukan terhadap JS Kunisaki dan helikopter Chinook guna memastikan kesiapan unsur serra peralatan yang akan digunakan dalam penanganan karhutla di Kalimantan.

Selain tiga helikopter CH-47 Chinook, militer Jepang juga melibatkan sekitar 338 personel. Mereka terdiri atas kru kapal, tim pemadam kebakaran, dan tim koordinator yang akan bersinergi dengan unsur penanggulangan karhutla di wilayah terdampak.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.