HANKAM

Banjir Masih Tinggi, Marinir Selamatkan Bayi dalam Baskom di Langkat

Prajurit Marinir
Prajurit Marinir mengevakuasi warga yang terjebak banjir di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Rabu (3/12). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, memasuki hari kedelapan sejak melanda wilayah itu pada 26 November. Hingga Rabu (3/12), sejumlah kecamatan seperti Sei Lepan, Babalan, dan Besitang masih terendam. Akses jalan, permukiman, hingga area perkebunan belum sepenuhnya pulih dari genangan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Aang Andy Warta, mengungkapkan para prajurit Korps Marinir terus menyisir permukiman terdampak di wilayah Kabupaten Langkat.

“Mereka menembus banjir berwarna pekat dan merapatkan perahu karet hingga ke pintu-pintu rumah warga yang terisolasi,” ungkap Aang dalam keterangannya.

Baca Juga: 56 Pati Naik Pangkat dan Mengemban Tugas di Luar Struktur TNI AD

Ia menceritakan, momen paling mengharukan terjadi ketika prajurit Marinir menemukan seorang bayi yang diletakkan keluarganya di dalam baskom plastik agar tidak terseret arus.

“Dengan sangat hati-hati, prajurit mengangkat baskom itu beserta alas tidur kecil di dalamnya. Meski air mencapai dada prajurit, bayi tersebut tetap kering selama proses penyelamatan,” tuturnya.

Prajurit Marinir
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Di salah satu titik, prajurit Marinir mengevakuasi seorang nenek yang terjebak di rumahnya ketika air naik dengan cepat. Menggunakan papan kayu sebagai alas darurat, prajurit memastikan korban berada dalam posisi aman sebelum memindahkannya ke perahu karet.

Evakuasi serupa juga dilakukan terhadap seorang kakek lanjut usia yang tak mampu berjalan sendiri. Prajurit menggendong korban melewati jalan berlumpur menuju lokasi aman.

Baca Juga: Latihan Orruda 2026: TNI AL dan Rusia Fokus Hadapi Ancaman Musuh Tanpa Awak

Prajurit Marinir
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

“Penyisiran digencarkan dari rumah ke rumah, memastikan tidak ada warga tertinggal, terutama para lansia yang kesulitan menyelamatkan diri saat banjir datang mendadak,” ujar Aang.

Salah satunya di sebuah rumah panggung yang hampir seluruhnya terendam, Aang mengatakan warga yang menunggu pertolongan akhirnya dapat dievakuasi setelah perahu karet Marinir merapat bergantian.

“Proses evakuasi dilakukan berulang hingga ibu-ibu dan anak-anak dipindahkan ke area lebih aman,” tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.