'Banjir Darah' di Kalimantan Barat, Ini Cara TNI Bantu Sesama

Jakarta, IDM – Aksi 'banjir darah' menggema di Kalimantan Barat. Namun jangan salah sangka, ini bukanlah sebuah tragedi, melainkan aksi kemanusiaan luar biasa dari Kodam XII/Tanjungpura yang berhasil mengumpulkan sebanyak 2.352 kantong darah secara serentak dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 mereka.
Dilansir dari keterangan Penkodam XII/Tanjungpura (Tpr), Rabu (15/7), aksi kemanusiaan ini dilakukan oleh 597 orang di Makodam XII/Tpr, sementara 1.755 orang lainnya tersebar di berbagai Satuan Jajaran Kodam XII/Tpr yang berada di wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Modal UU TNI Anyar, Ratusan Perwira Kapal Perang Bersiap Jaga Penuh ZEE
Pada kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung kepada seluruh jajaran demi menyemarakkan hari jadi Kodam dengan kegiatan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
"Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-68 Kodam XII/Tpr yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2026, saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk menyelenggarakan lomba-lomba maupun kegiatan bakti sosial donor darah," ujar Novi.
Ia menambahkan bahwa ribuan peserta yang berpartisipasi ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam kemanusiaan.
"Kegiatan Baksos yang kita laksanakan hari ini yaitu berupa donor darah sebanyak 2.352 orang yang terpusat 597 orang di Makodam XII/Tpr dan tersebar di Satuan jajaran Kodam XII/Tpr 1.755 orang. Hal ini merupakan wujud kepedulian dan peran serta TNI dalam memberikan bantuan pelayanan kesehatan serta membantu PMI guna memenuhi ketersediaan darah di wilayah Kalimantan Barat," kata Novi.
Untuk diketehui, ada beberapa alasan kuat mengapa institusi TNI sangat sering dan aktif menyelenggarakan kegiatan donor darah massal. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari fungsi dan nilai-nilai dasar keprajuritan.
Baca Juga: Ramai-ramai Polri di Seluruh Indonesia Gelar Kunjungan ke TNI, Ada Apa?
Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, tugas TNI tidak hanya bertempur di medan perang (Operasi Militer untuk Perang), tetapi juga melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu poin penting dalam OMSP adalah membantu tugas pemerintah di daerah dan membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Membantu ketersediaan stok darah nasional melalui PMI adalah wujud nyata dari implementasi undang-undang ini.
Berikutnya, TNI adalah salah satu institusi dengan jumlah personel aktif terbesar di Indonesia yang tersebar hingga ke pelosok daerah (melalui Kodam, Korem, Kodim, hingga Koramil). Hal ini membuat TNI menjadi "mitra strategis" paling potensial bagi Palang Merah Indonesia (PMI). Ketika PMI mengalami krisis stok darah, TNI dapat dengan cepat menggerakkan ribuan prajuritnya secara serentak untuk melakukan donor darah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































