HANKAM

Bangunan Sekolah Rusak, TNI Bangun Kelas Darurat di Perbatasan Papua

Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC.
TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC Pos Inggembit membangun sekolah darurat di Inggembit, Boven Digoel, Papua Selatan. Kelas darurat didirikan karena bangunan SD rusak.(Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC Pos Inggembit membangun sekolah darurat di Inggembit, Boven Digoel, Papua Selatan.

Kelas darurat didirikan karena bangunan Sekolah Dasar Negeri di Desa Inggembit mengalami kerusakan berat dan tidak layak digunakan sebagai sarana belajar.

Karena hal tersebut, Satgas Yonif 126/KC yang dipimpin oleh Danpos Inggembit Letda (Inf) Francis Sibarani mengambil inisiatif untuk membuka kelas darurat di balai desa Inggembit.

Baca Juga: TNI Tembus Pedalaman Papua Kini 286 Rumah Sudah Teraliri Listrik

“Sebagai prajurit TNI, kami tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Pendidikan adalah pondasi masa depan anak-anak kita,” ujar Francis Sibarani dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI, Senin (16/6).

Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 126/KC.
(Foto: Dok. Puspen TNI)

Kelas darurat didirikan untuk membantu anak-anak setempat tetap mendapatkan akses pendidikan dasar berupa pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Selain itu, kelas darurat ada untuk memberikan akses pendidikan yang lebih mudah bagi masyarakat.

Francis Sibarani mengatakan, selama ini, sebagian anak-anak Inggembit rela berangkat dari kampung menuju Papua Nugini demi mengenyam pendidikan.

Baca Juga: Puspernebal Rencana Pasang Sistem Misi pada Pesawat Intai Maritim CN235

Adapun kelas darurat yang didirikan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC Pos Inggembit itu dijadwalkan dilaksanakan setiap hari Senin sampai Rabu setiap minggunya.

Sementara itu, Komandan Satgas Yonif 126/KC Letkol (Inf) Muhammad Syahirin Yahya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI melaksanakan tugas teritorial di daerah penugasan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat perbatasan dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Hal ini sejalan dengan nilai dasar TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional,” kata Yahya. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.