Bandingkan Coast Guard Filipina Punya 300 Kapal, Kepala Bakamla RI: Kita Cuma 10

Jakarta, IDM – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan bahwa Bakamla masih kekurangan personel dan kapal patroli.
Hal ini disampaikan Irvansyah dalam peringatan hari ulang tahun ke-20 Bakamla RI di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Irvansyah menyatakan bahwa penambahan personel Bakamla masih terus dilakukan. Ia membandingkan dengan Filipina, negara kepulauan lain di Asia Tenggara.
Baca Juga: Menhan Beri Perhatian Kadet KKRI yang Ingin Jadi Penerbang TNI AU, Pastikan Negara Fasilitasi
“Kalau kita lihat perbandingan saja, yang negara mirip-mirip dengan kita seperti Filipina, sama-sama negara kepulauan, mereka personelnya sekitar 30.500 orang. Sementara Bakamla ini 1.500 orang saja belum. Jadi perbandingannya sangat jomplang jauh,” ujar Irvansyah.
Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I itu juga membandingkan Philippine Coast Guard yang memiliki kapal yang jauh lebih banyak.
“Mereka memiliki kapal patroli sekitar 300-an, kita baru punya 10. Jadi penambahan aset kami terus upayakan,” kata Irvansyah.
Setiap tahun, Bakamla RI terus mengajukan penambahan personel maupun aset ke pemerintah dan DPR RI. Namun, kata Irvansyah, persetujuan tergantung situasi, kondisi, dan anggaran.
Bakamla juga sedang menyusun postur mereka hingga 2045, sembari pemerintah menyusun Undang-Undang Keamanan Laut dan pembentukan Coast Guard.
“Kami sudah menyusun posturnya Bakamla RI sampai 2045. Jadi kita butuh sekitar 200 kapal, 274 kapal. Sekarang sudah punya 10. Jadi mudah-mudahan segera bertambah,” kata Irvansyah.
Baca Juga: Tak Hanya Logistik, TNI AL Juga Antar Perlengkapan Ibadah untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
“Walaupun kami kondisinya masih seperti itu, belum mencapai yang ideal, tetapi saya sudah tanamkan kepada seluruh personel dan staf, bahwa standar keamanan kita enggak boleh kita turunkan,” tutur Kepala Bakamla RI.
Adapun Bakamla RI akan mendapat hibah satu unit kapal patroli dari Jepang. Irvansyah mengatakan bahwa hibah tersebut bukan berupa kapal bekas.
“Bukan kapal bekas atau apa yang sudah mereka pakai. Tapi ini memang dari nol, mulai dari desain. Mereka diskusi dengan kita, mereka survei ke kapal-kapal kita, desain seperti apa yang kita bisa bangun. Mudah-mudahan tahun 2027 nanti bisa selesai. Kami juga menyiapkan personel yang akan mengawaki kapal tersebut, dan akan dilatih di Jepang,” kata Irvansyah. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































