HANKAM

Bakamla Ungkap Ancaman Nyata Keamanan Laut Indonesia

Deputi Kebijakan dan Strategi Keamanan Laut Bakamla RI Laksda Didong Rio Duta
Deputi Kebijakan dan Strategi Keamanan Laut Bakamla RI Laksda Didong Rio Duta. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengungkap ancaman nyata yang bisa menganggu keamanan laut Indonesia.

Ancaman itu diungkap Deputi Kebijakan dan Strategi (Jakstra) Keamanan Laut Bakamla RI Laksda Didong Rio Duta pada malam kenduri bahari dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional 2025 yang digelar di Museum Bahari Jakarta, Selasa (23/9).

Dalam kesempatan tersebut, Laksda Didong memaparkan materi talkshow dengan tema “Peran Bakamla RI Menjaga Keamanan Laut Indonesia”.

Didong mengatakan bahwa keamanan maritim merupakan perlindungan kebebasan dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu good order at sea.

Baca Juga: Jenderal TNI AD Lantik Kolonel Marinir Jadi Kaskogartap III

“Saat ini, Indonesia menghadapi ancaman nyata, mulai dari penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, hingga illegal fishing yang tersebar di berbagai wilayah seperti Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Maluku, dan kawasan perbatasan lain,” kata Didong, dikutip dari siaran pers Bakamla RI, Rabu (24/9).

Didong menyatakan, Bakamla RI hadir untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan serta yurisdiksi Indonesia.

“Bersinergi dengan instansi terkait, sekaligus membangun kapasitas dan kapabilitas personel maupun sistem pemantauan maritim nasional,” ujar Didong.

Pada pameran tersebut, Bakamla RI menampilkan manekin personel Special Response Team (SRT) dengan perlengkapan lengkap, miniatur kapal patroli, serta pemutaran video aksi pengamanan laut.

Baca Juga: Berubah, Syarat Daftar Tamtama dan Bintara TNI AD, Tinggi Badan 158 Cm dan Umur 24 Tahun

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan kenduri bahari.

Menurut Irvansyah, momentum Hari Maritim Nasional harus menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah bangsa maritim dengan kekayaan laut yang melimpah.

“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan kembali akan jati diri bangsa sebagai bangsa bahari. Generasi muda harus mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan potensi laut Indonesia,” tutur Irvansyah. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.