Bakamla Uji Fungsi Meriam Buatan Turki

Jakarta, IDM - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menguji fungsi meriam SMASH 30 MM buatan Turki di Pulau Petong, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (24/12).
Mengutip Bakamla Senin (25/12), Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakamla RI, Laksma Bakamla Rudi Parulian Simorangkir mengatakan uji coba senjata melibatkan empat Kapal Negara (KN).
Baca Juga: Jokowi: Kodim IKN Akan Didesain Modern dan Green Building
Mereka adalah KN Bintang Laut-401, KN Ular Laut-405, KN Singa Laut-402, serta KN Belut Laut-406.
Selain dioperasikan oleh pengawak meriam dari empat kapal, uji coba juga dilakukan oleh tenaga ahli dari Aselsan, perusahaan yang memproduksi senjata tersebut.
"Keempat kapal tersebut melakukan uji fungsi tembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter," jelas Rudi.
Baca Juga: Mengenal 2 Sosok Jenderal yang Ditunjuk Panglima Jadi Pangdam Baru
Adapun sebelum melakukan uji coba, Rudi menjelaskan para personel pengawak dari Bakamla dibekali pelatihan pengoperasian. Ia menuturkan meriam tersebut nantinya akan digunakan untuk patroli keamanan laut.
"Senjata ini nantinya berfungsi untuk keamanan diri anggota Bakamla RI dalam menjaga laut Indonesia pada saat melakukan patroli," kata Rudi. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































