HANKAM

Bakamla RI Siagakan Dua Kapal Selama Proses Evakuasi Korban Kebakaran KM Barcelona

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyiagakan dua kapal selama proses evakuasi korban kebakaran kapal KM Barcelona. Dua unsur itu KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyiagakan dua kapal selama proses evakuasi korban kebakaran kapal KM Barcelona.

Bakamla RI mengerahkan unsur KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03 untuk melakukan aksi cepat tanggap darurat dalam membantu proses evakuasi penumpang KMP Barcelona.

Kepala Zona Bakamla Tengah Laksma Bakamla Teguh Prasetya menyampaikan bahwa unsur Bakamla RI akan terus siaga untuk membantu penanganan darurat laut dan mengawal kelanjutan proses evakuasi serta pencarian korban apabila masih diperlukan.

Baca Juga: Perkuat Keamanan Perbatasan, Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Jalin Sinergi di Entikong

“Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia. Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas,” kata Teguh, dikutip dari siaran pers Bakamla RI, Senin (21/7).

Adapun Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkirakan proses evakuasi korban akan berlangsung tiga hari.

Diketahui, KM Barcelona VA rute Talaud-Manado terbakar di sekitar perairan Talise, pada Minggu (20/7) sekira pukul 13.45 Wita.

Baca Juga: Diskomlekal Uji Jaring Integrasi Komunikasi untuk Kesiapan Operasi Gabungan TNI

Kapal tersebut mengangkut ratusan penumpang dan 15 anak buah kapal (ABK). KM Barcelona bertolak dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, menuju Manado.

Dalam perjalanannya, kapal sempat berlindung di Pelabuhan Lirung karena cuaca buruk, dan kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 01.00 Wita. Namun, saat memasuki perairan Pulau Talise sekitar pukul 14.00 Wita, kapal mengalami kebakaran hebat di bagian buritan. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.