Bakamla RI-Malaysia Bahas Pelaksanaan ASEAN Coast Guard Forum 2026

Jakarta, IDM – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia, Laksdya TNI Irvansyah menerima kunjungan kehormatan Director General of Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd Rosli Bin Abdullah, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut digunakan keduanya untuk membicarakan sejumlah isu keamanan dan agenda yang bakal berlangsung dalam waktu dekat seperti Patroli Terkoordinasi (Patkor) Optima Malindo yang digelar September 2025.
Baca Juga: TNI AU Terima 100 Unit Maung MV3 untuk Dukung Mobilitas dan Operasional
"Pertemuan tersebut juga membahas mengenai Pelaksanaan ASEAN Coast Guard Forum (ACF) Tahun 2026 yang rencananya akan diadakan di Malaysia," tulis keterangan Humas Bakamla lewat akun X @HumasBakamlaRI, Senin (3/3).
Selain itu, Rosli juga menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri sebagai Director General MMEA yang baru dilantik pada September 2024 lalu.
Baca Juga: TNI AU dan RTAF Perkuat Hubungan Melalui Junior Officers Exchange Visit Program
Pada kunjungan itu, keduanya berharap badan keamanan laut Indonesia dan Malaysia dapat menjalin hubungan lebih erat ke depan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































