HANKAM

Bakamla RI Gelar Rakernis Evaluasi Strategi Kamla Perbatasan Laut Andaman dan Timor

Bakamla RI Gelar Rakernis Evaluasi Strategi Kamla Perbatasan Laut Andaman dan Timor
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Evaluasi Strategi Keamanan Laut Bakamla RI. (Dok Foto: Bakamla RI)

Jakarta, IDM - Direktorat Strategi Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Evaluasi Strategi Keamanan Laut di Jakarta, Kamis (26/11/2021), dengan mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Laut pada Wilayah Perbatasan Indonesia di Laut Andaman serta Laut Timor”.

Kegiatan ini terselenggara mengingat akan posisi geografis Indonesia yang sangat strategis bagi alur pelayaran dunia dan berpotensi adanya sejumlah ancaman keamanan laut baik bersifat aktual maupun potensial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Kepala Bakamla RI  Laksamana Madya TNI Dr. Aan Kurnia secara resmi membuka Rakernis yang di wakilkan oleh Direktur Strategi Bakamla RI Laksma Bakamla Joko Sutrisno. M.Si (Han) selaku Plh Deputi Kebijakan dan Strategi.

Dalam sambutannya Direktur Strategi mengatakan ancaman keamanan laut sebagaimana dimaksud akan bertambah buruk apabila kondisi stabilitas keamanan di kawasan terganggu, sehingga ancaman keamanan laut yang dihadapi Indonesia mengalami peningkatan kompleksitas. Oleh sebab itu, stabilitas keamanan laut Indonesia sangat dipengaruhi kondisi stabilitas keamanan di Laut Andaman dan Laut Timor.

Menurut Laksma Bakamla Joko, secara geografis Laut Andaman merupakan wilayah laut yang menjadi bagian dari Samudera Hindia yang berbatasan dengan beberapa negara Asia seperti India dan Thailand. Selain memiliki nilai strategi bagi Indonesia, Laut Andaman juga memiliki potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan Laut Indonesia. Sedangkan Laut Timor secara geografis adalah kawasan laut yang merupakan bagian dari Samudra Hindia. Laut Timor berbatasan dengan Timor Leste, Laut Arafuru, dan Negara Australia.

Pada bagian lain Laksma Bakamla Joko juga mengatakan, beberapa potensi ancaman keamanan yang dapat membahayakan stabilitas keamanan nasional Indonesia melalui Laut Andaman dan Laut Timor antara lain terkait dengan imigran ilegal, peredaran narkotika dari kawasan segitiga emas (Golden Triangle) maupun penyelundupan komoditas tertentu dari negara-negara tetangga.

“Kehadiran Bakamla tidak serta merta mengesampingkan atau menjadikan tugas dan kewenangan instansi lain yang berkepentingan di laut, tetapi Bakamla hadir sebagai garda terdepan untuk mensinergikan, menstimulus sekaligus menjadi dinamisator seluruh stakeholder yang bertanggung jawab dalam keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia,” jelas Laksma Bakamla Joko menutup sambutannya seperti dikutip dari keterangan resmi Bakamla RI

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber yaitu narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Eko Hardiyanto, S.Kom yang menjelaskan tentang Jalur Penyelundupan Melalui Laut dan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Douglas Armando Andreas Simamora yang menjelaskan tentang Potensi Ancaman People Smuggling. (NHN/YAS)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.