HANKAM

Bakamla Periksa Kapal Vietnam di Selat Malaka, Terjunkan Tim VBSS

Bakamla RI
Bakamla RI melalui unsur KN Pulau Dana-323 memeriksa kapal Vietnam MV Truong An 05. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui unsur KN Pulau Dana-323 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Umar Dhani memeriksa kapal asing MV Truong An 05 berbendera Vietnam saat sedang lego jangkar di perairan Indonesia, Selasa (16/9).

Kapal jenis bulk carrier tersebut terdeteksi oleh Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI saat melaksanakan aktivitas mencurigakan berupa drifting dan lego jangkar pada posisi 04° 39,830 N – 098° 26,940 E atau sekitar 19 Nautical Mile dari Tanjung Tamiang.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran kapal lain yang melintas di jalur padat Selat Malaka.

Mendapatkan informasi tersebut, KN. Pulau Dana-323 segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: TNI AL Bakal Punya Kapal Bantu Hidro-Oseanografi dari Jerman, Calon Awak Dibekali UNCLOS 1982

Setibanya di lokasi, Bakamla menerjunkan tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) guna melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen kapal, dokumen awak kapal, serta muatan kapal.

Dalam komunikasi dengan KN. Pulau Dana-323, nakhoda kapal MV Truong An 05 menyampaikan bahwa kapal mereka mengalami kerusakan mesin, sehingga terpaksa lego jangkar di wilayah perairan Indonesia.

Bakamla RI
Bakamla RI menerjunkan tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS). (Foto: Dok. Bakamla RI)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun barang ilegal di kapal tersebut.

MV Truong An 05 kemudian kembali menyalakan mesin dan bergerak meninggalkan perairan Indonesia sesuai instruksi dari KN. Pulau Dana-323.

Baca Juga: Kopassus TNI AD Prakarsai Penemuan Spesies Baru di Pulau Buton

Komandan KN. Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Umar Dhani menyampaikan bahwa kegiatan patroli sektor ini merupakan bagian dari Operasi Yudhistira-II/25.

“Seluruh langkah pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur. Keberadaan kapal asing di wilayah perairan Indonesia akan selalu diawasi untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum maupun ancaman keselamatan maritim,” ujar Umar Dhani dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9).

Pada pukul 19.15 WIB, MV Truong An 05 terpantau sudah berada di luar wilayah perairan Indonesia dengan kecepatan normal. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.