Bakamla Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Pulau Cipir

Jakarta, IDM – Badan Kemanan Laut (Bakamla) Indonesia mengevakuasi korban kecelakaan kapal nelayan yang terbalik akibat cuaca buruk di perairan Pulau Cipir, Kepulauan Seribu, Senin (13/1).
Mengutip keterangan Humas Bakamla pada Rabu (15/1), aksi tersebut dilakukan Bakamla bersama Tim SAR Gabungan. Penyelamatan berawal dari laporan kerabat korban kepada kantor SAR Jakarta.
Baca Juga: Sebanyak 54 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ini Daftarnya
Menurut keterangan tersebut, korban berinisial W berangkat dari Muara Kamal untuk mencari ikan pada Jumat (10/1) pukul 16.00 WIB. Kemudian badai dan petir terjadi pada malam harinya. Situasi tersebut membuat keluarga kesulitan menghubungi W.
Pada Sabtu (11/1), pihak keluarga mendapat informasi dari nelayan setempat bahwa kapal yang W tumpangi ditemukan dalam keadaan terbalik dengan kebocoran di bagian belakang.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Bakamla RI, Kantor SAR Jakarta, Polres Kepulauan Seribu, nelayan setempat, dan pihak keluarga kemudian segera melakukan operasi pencarian di sekitar perairan Pulau Cipir.
Baca Juga: Laporan Kenaikan Pangkat 17 Pati TNI AU, KSAU: Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetensi
Pada Senin (13/1) pukul 11.42 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," tulis keterangan tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































