Bakamla Evakuasi Kapal Terbakar di Perairan Banjarmasin

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) melalui KN Singa Laut-402 berhasil mengevakuasi penumpang ean kru kapal KM Niki Sejahtera yang terbakar di perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (01/08).
Mengutip Puspen TNI, Sabtu (03/08), temuan kapal tersebut diketahui saat kapal negara (KN) yang dikomandani Letkol Bakamla Rita Udin sedang melaksanakan operasi mandiri.
Baca Juga: Taruna Akademi TNI dan Akpol Gelar Pendidikan Bersama Tiga Bulan
Setelah menerima informasi, KN Singa Laut-402 segera mendekati KM Niki Sejahtera untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pada kapal yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Selama proses SAR, Bakamla berupaya untuk mengamankan dan menyelamatkan 44 kru dan 108 penumpang. Adapun selain 152 orang tersebut, KM Niki Sejahtera juga mengangkut sejumlah barang.
Baca Juga: Miliki Komitmen Tinggi terhadap Keselamatan Terbang dan Kerja, Enam Satker TNI AU Raih Penghargaan
Kapal dengan panjang 131 meter ini membawa muatan yang terdiri dari 9 truk tronton, 26 truk besar, 7 truk kecil. Selain itu, kapal tersebut juga mengangkut 6 mobil pribadi, 4 sepeda motor, 5 Tosa golongan 2B, serta 1 Tosa golongan 3B. (un)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































