Bakamla Berpartisipasi dalam Rencana Kerja UNODC 2025

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) atau Coast Guard Indonesia berpartisipasi dalam pertemuan Programme Governance Committe United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) 2025 di Jakarta Senin (17/2).
Direktur Latihan Bakamla, Laksma Ermawan Susilo mengatakan agenda tersebut digelar untuk mendiskusikan sejumlah aspek, salah satunya terkait xapaian program UNODC dalam periode Juli-Desember 2024.
Baca Juga: Kerahkan 4 Kapal Perang, Indonesia-Malaysia Patroli Keamanan di Selat Malaka
"Serta menyepakati rencana kerja dan rencana aksi program UNODC tahun 2025," tulis keterangan resmi Bakamla, dikutip dari akun X @HumasBakamlaRI, Rabu (19/2).
Adapun pada semester kedua tahun 2024, kantor PBB urusan obat-obatan dan kejahatan tersebut memaparkan kiprahnya dalam memberantas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA); Kejahatan terorganisasi; Korupsi dan Kejahatan Ekonomi.
Baca Juga: Mengenal Bom MK-81 RI Live Hasil Kolaborasi TNI AU dan Pindad
"Pencegahan terorisme, serta peradilan pidana turut disampaikan pada kesempatan ini," tambah keterangan tersebut.
Untuk diketahui, Bakamla dengan UNODC telah menjalin kerja sama yang baik selama 5 tahun. Bakamla mengapresiasi peran aktif UNODC dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan di laut, sehingga kerja sama antar keduanya dapat berlanjut dan bermanfaat. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































