Bakal jadi KRI Sriwijaya? TNI AL Beberkan Alasan Penamaan Kapal Induk Garibaldi

Jakarta, IDM – Penamaan kapal induk bekas Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (C551), mengacu pada sejarah besar kemaritiman Nusantara. TNI AL menyiapkan nama berunsur historis tersebut untuk kapal perang raksasa itu.
Pertimbangan historis menjadi alasan utama pemilihan nama KRI Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya sendiri punya catatan sejarah kuat sebagai simbol kekuatan laut dan kejayaan bahari Nusantara di masa lalu.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan penentuan nama kapal perang tidak pernah dilakukan sembarangan. Pihaknya terus mengkaji setiap usulan nama agar punya ikatan sejarah yang kuat.
Baca Juga: TNI Fair 2026, Panglima TNI Ikut Distribusikan Makanan Gratis dan Cek Bakti Kesehatan Secara Daring
"Terkait penamaan ITS Giuseppe Garibaldi, tentunya telah dikaji dengan mempertimbangkan aspek historis yang berkorelasi dengan sejarah kemaritiman Nusantara," kata Tunggul saat dikonfirmasi, Senin (21/9).
TNI AL bakal mengumumkan nama resmi kapal tersebut dalam acara khusus. Pengumuman resmi akan disampaikan saat prosesi pergantian bendera.
"Untuk penamaan secara resmi pada saat acara shipnaming dan reflagging,” ujar Tunggul.
Kapal eks Italia itu saat ini sudah bersandar di dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, tetapi masih berbendera Italia. Penyerahan resmi dan pergantian bendera (reflagging) menjadi bendera Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026.
Baca Juga: Misi Pegase 2026, Rafale hingga A400M Angkatan Udara Prancis Singgah di Lanud Halim Perdanakusuma
Sebelum tiba di Jakarta, kapal ini menempuh pelayaran jauh dari Toronto, Italia, menembus Laut Merah, lalu mengisi bahan bakar di Colombo, Sri Lanka. Begitu masuk Selat Malaka dan menembus laut Indonesia, dua fregat baru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, langsung mengawal kapal tersebut sampai ibu kota.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama jenderal pimpinan TNI juga sudah mengecek langsung kondisi fisik kapal. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh ruangan dan peralatan di dalam kapal masih berfungsi baik.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal ini sanggup mengangkut hingga 14 helikopter. Kapasitas angkut ini sangat penting untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik ke daerah terpencil saat terjadi bencana alam. Ali berharap kapal induk ini bisa memperkuat armada laut Indonesia hingga 20 tahun ke depan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































