HANKAM

Bakal Digembleng Marinir, ASN Komcad Belajar Ilmu 'Survival' hingga Cara Pakai Senjata

Ilustrasi barisan pasukan Komcad. Sebanyak 4.000 ASN dijadwalkan akan digembleng pelatihan militer dasar oleh Korps Marinir, mulai dari baris-berbaris hingga teknik bertahan hidup. (Dok. Kemhan RI)
Ilustrasi barisan pasukan Komcad. Sebanyak 4.000 ASN dijadwalkan akan digembleng pelatihan militer dasar oleh Korps Marinir, mulai dari baris-berbaris hingga teknik bertahan hidup. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menyiapkan kurikulum khusus bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad). Bertempat di Pasmar 1 Jakarta, para abdi negara ini bakal mempelajari berbagai ilmu militer mulai dari dasar-dasar bertahan hidup (survival) hingga pengetahuan senjata.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana, membeberkan materi pelatihan yang akan ASN terima selama digembleng baret ungu. Marinir membagi materi menjadi dua bagian besar, yakni pembinaan mental dan keterampilan militer.

"Para ASN akan mendapatkan pembinaan mental ideologi, bela negara, serta nilai-dasar kejuangan. Kami juga membekali mereka pengetahuan militer dasar seperti peraturan baris-berbaris (PBB) dan penghormatan militer," ujar Rana dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Baca Juga: Calon Pengawak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, 100 Prajurit TNI AL akan Berlatih di Italia

Tak hanya latihan dasar, Marinir menyisipkan materi khusus yang menjadi ciri khas pasukan pendarat ini. Para ASN bakal mempelajari pengetahuan senjata, ilmu kebaharian (kelautan), serta pengenalan wilayah pertahanan laut.

"Kami juga memberikan pembekalan khusus seperti dasar-dasar survival atau ketahanan lapangan, loyalitas, hingga pembentukan mental pantang menyerah. Kami ingin memperkuat soliditas tim (esprit de corps) meskipun mereka berasal dari latar belakang sipil," imbuh Rana.

Rana menekankan, pendidikan ini bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan kesiapsiagaan, bukan untuk menjadikan ASN sebagai prajurit aktif. Saat ini, Pasmar 1 tengah mematangkan sarana pendukung mulai dari barak akomodasi, ruang kelas, hingga dapur lapangan di Marunda, Jakarta Utara.

Baca Juga: TNI AL Beberkan Alasan Strategi Tempur di Timur RI Lebih Rumit

Pelatihan Bersifat Sukarela

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan pelatihan ini tidak mengandung unsur paksaan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait, menegaskan pendaftaran Komcad ASN tetap berlandaskan asas sukarela.

"Syarat utamanya adalah sukarela. Kami menggarisbawahi bahwa tidak ada unsur paksaan atau kewajiban dalam pelatihan ini," kata Rico di Jakarta, Rabu (25/2).

Kemhan menargetkan sekitar 4.000 ASN kementerian dan lembaga di wilayah Jakarta untuk mengikuti pelatihan pada April 2026 mendatang. Pelatihan akan berlangsung dalam dua gelombang dengan durasi masing-masing selama satu setengah bulan di markas-markas militer wilayah Kodam Jaya.

Baca Juga: Kodam Cenderawasih dan Pemkot Jayapura Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Youtefa

Instruksi Presiden Prabowo

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin, menjelaskan Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan ASN berusia 18-35 tahun untuk memperkuat komponen pertahanan negara. Langkah ini merujuk pada UUD 1945 Pasal 30 mengenai kewajiban bela negara.

Sjafrie menjamin para ASN akan langsung kembali ke posisi semula di instansi masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan dasar militer tersebut. Negara menyiapkan Komcad untuk mengantisipasi berbagai ancaman fisik maupun nonfisik di masa depan.

"Inilah cara negara mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman fisik maupun nonfisik, termasuk menyiapkan komponen cadangan yang kuat," tegas Sjafrie saat berpidato di Bogor. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.