Bahas Keamanan Selat Malaka, TNI AL Dorong Kerja Sama Regional di Forum Bintan

Jakarta, IDM – TNI AL terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan. Komitmen itu ditegaskan lewat kehadiran Kepala Staf Koarmada I Laksamana Pertama Arif Badrudin, yang tampil sebagai pemateri dalam forum internasional bertajuk “Maintaining Regional Maritime Stability: Challenges and Opportunities” di Lagoi, Bintan, Jumat (31/10).
Forum ini digagas oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura dan mempertemukan para pemangku kepentingan dari Indonesia dan Singapura. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan sinergi lintas negara dalam menangani isu-isu keamanan laut, terutama di kawasan strategis seperti Selat Malaka dan Selat Singapura.
Baca Juga: KSAL Indonesia dan Spanyol Bahas Kolaborasi Maritim dan Keamanan Laut Internasional
Dalam paparannya berjudul “The Multi-Faceted Threats in the Straits of Malacca and Singapore (SOMS)”, Arif menyoroti beragam ancaman non-tradisional yang masih membayangi kawasan, mulai dari perompakan, penyelundupan, perdagangan ilegal, hingga pencemaran laut.
Ia menegaskan, keamanan maritim tak bisa dijaga secara unilateral atau sepihak.
“Diperlukan kerja sama lintas negara, berbagi informasi intelijen, mekanisme komunikasi yang efektif, hingga patroli terkoordinasi agar setiap potensi ancaman bisa ditangani cepat dan tepat,” ujar Arif, dikutip dari laman TNI AL, Minggu (2/11).
Baca Juga: TNI AU Perkuat Postur Pertahanan Barat Indonesia lewat Pembangunan Yon Parako 464 Pasgat di Lampung
Melalui forum ini, ia berharap hubungan dan koordinasi antara Indonesia dan Singapura semakin solid, khususnya dalam menjaga keamanan di Selat Malaka dan wilayah perairan sekitarnya.
“Upaya kolaboratif yang berkelanjutan ini juga menjadi tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, agar TNI AL mampu mewujudkan lingkungan maritim yang aman, stabil, dan kondusif bagi kepentingan regional maupun internasional,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































