HANKAM

Bahagianya Veteran Pejuang Dikunjungi Pangdam XIV/Hasanuddin Totok Imam Santoso

Veteran Pejuang Dikunjungi Pangdam XIV/Hasanuddin Totok Imam Santoso
Pangdam XIV/Hasanuddin Totok Imam Santoso saat mengunjungi para veteran pejuang di Makassar. (Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan buat veteran pejuang yaitu Ibu Sitti, 79 tahun, Daeng Pasang, 93 tahun dan Daeng Talli, 92 tahun. Mereka bertiga tidak menyangka dikunjungi Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso langsung ke rumah kediamannya masing-masing.

"Selama ini baru beliaulah satu-satunya Pangdam Hasanuddin yang langsung turun melihat, mengunjungi dan memberikan bantuan sumbangan dana beserta sembako pada kami Veteran dengan langsung mendatangi ke rumah. Kami juga sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Pangdam Hasanuddin yang sangat tulus. Doa kami Bapak Pangdam selalu dalam lindungan Allah, dimurahkan rejekinya dan dilancarkan dalam karir militer,” ucap Ibu Sitti seperti dikutip siaran pers Dispenad, Kamis, (17/11).

Veteran Pejuang Dikunjungi Pangdam XIV/Hasanuddin Totok Imam Santoso
(Dok. Dispenad)

Sementara itu, Pangdam Totok mengatakan kunjungan ini memang sengaja ia lakukan dalam momentum memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022 dan tak hanya itu orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini ingin melihat secara langsung kehidupan para Veteran Pejuang yang ada di Makassar.

Baca: Pasca Rekonsiliasi, Satgas Yonarmed 1 Kostrad Perketat Pengamanan Negeri Pelauw

“Kita peringati Hari Pahlawan dengan mengunjungi para Veteran. Selain wujud penghormatan dan penghargaan kita atas jasa besar Veteran, yang telah berjuang dan mengorbankan harta bahkan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia, tatap muka langsung ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kebersamaan,” jelas Totok yang juga menyebut bahwa kunjungan ini juga bisa menjadi teladan sekaligus mengingatkan para generasi muda bahwa kemerdekaan ini dihadirkan dengan perjuangan yang tidak mudah.

Daeng Pasang, Daeng Talli, dan Ibu Sitti merupakan Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI). Ketiganya adalah saksi dan pelaku yang berperan secara aktif berjuang untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam masa revolusi fisik antara tanggal 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.