HANKAM

Bagian dari OMSP, TNI Teken Nota Kesepahaman Pembangunan Infrastruktur dengan Kementerian PU

TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum.
TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di pendopo Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di pendopo Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (21/7).

Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen Munammad Saleh Musata yang mewakil Panglima TNI, mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut merupakan keinginan bersama untuk mewujudkan asta cita pemerintah. TNI ingin terlibat dalam pembangunan nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Sejak dimulainya kerja sama Kementerian PU dengan TNI tahun 2020, telah banyak hasil yang dicapai khususnya dalam capaian strategis yang berdampak langsung terhadap pembangunan nasional, terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal),” kata Saleh Mustafa, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Selasa (22/7).

Baca Juga: Koopsud III Gelar Donor Darah Bernuansa Dirgantara Sambut Hari Bakti ke-78 TNI AU

Pembangunan infrastruktur itu seperti pembangunan jalan perbatasan, preservasi jalan dan jembatan, jalan ruas tol, uji sertifikasi, pemeliharaan sungai dan situ serta pembangunan bendungan.

Nota kesepahaman antara TNI dan Kementerian PU itu mencakup berbagai bidang kerja sama, antara lain pembangunan infrastruktur pengelolaan sumber daya air, jalan, sistem penyediaan air minum, pengelolaan limbah domestik, drainase lingkungan, dan persampahan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penataan bangunan gedung dan rumah negara, pengembangan sarana prasarana pendukung sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga, sosial, dan keagamaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengamanan proyek strategis kementerian.

Baca Juga: Pembangunan KCR-Full Combat Mission Turki untuk TNI AL, Masuki Tahap Peletakan Lunas

Sebagai tindak lanjut konkret dari MoU tersebut, acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian (PKS) antara Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI tentang sinergi program Kementerian PU dengan program teritoral TNI.

Siaran pers Puspen TNI menulis, bagi TNI, langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok dalam operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 9 yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah.

Sinergi antara TNI dan Kementerian PU kuga akan memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang kokoh, berkelanjutan, serta berpihak pada keadilan bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan tertinggal. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.