HANKAM

Awali Tugas di Jakarta, Dankodaeral III Peringatan Keras Prajurit soal Judol dan Narkoba

Dankodaeral III Laksma TNI Hariyo Poernomo
Dankodaeral III Laksma TNI Hariyo Poernomo memimpin apel khusus di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Senin (26/10). (Foto: Dok. Dispen Kodaeral III)

Jakarta, IDM – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III Laksma TNI Hariyo Poernomo memberikan peringatan keras kepada seluruh anak buahnya. Ia menegaskan agar setiap prajurit menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum yang dapat menghancurkan karier serta nama baik institusi.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel khusus di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Senin (26/10). Kegiatan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus penyampaian instruksi perdana bagi seluruh jajaran pangkalan TNI AL (Lanal) di bawah komandonya.

Baca Juga: Tradisi Pemberian Warga Kehormatan, Penghargaan yang Berakar dari Sejarah Panjang TNI

Dalam arahannya, Hariyo menyoroti ancaman nyata peredaran narkotika di lingkungan militer. Ia menuntut seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) matra laut untuk berkomitmen penuh membersihkan diri dari barang haram tersebut.

Selain narkoba, ia juga melarang keras keterlibatan prajurit dalam praktik pinjaman online ilegal serta perjudian daring. Menurutnya, pelanggaran semacam itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng kehormatan keluarga dan satuan.

"Jaga kehormatan dan etika melalui perilaku, hindari segala bentuk pelanggaran asusila, praktik pinjaman online ilegal dan judi online," tegas Hariyo, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III, Selasa (27/10).

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap prajurit wajib menyaring informasi dan memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya demi menghindari penyebaran konten provokatif yang merugikan institusi.

Baca Juga: Helikopter TNI AD Gempur Karhutla Gunung Lawu, Siram 45 Ribu Liter Air

Pelaksanaan apel khusus perdana ini menandai langkah awal kepemimpinan Hariyo di ibu kota. Ia resmi mengemban jabatan sebagai Dankodaeral III menggantikan Laksda TNI Uki Prasetia.

Serah terima jabatan tersebut sebelumnya dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Denih Hendrata di Jakarta, Rabu (22/10). Rotasi kepemimpinan ini merupakan bagian dari siklus pembinaan personel TNI AL untuk menjaga kesinambungan organisasi serta mendongkrak kinerja satuan kewilayahan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.