Awali Pitch Black 2026, Penerbang TNI AU Jalani DBFM dengan Angkatan Udara Singapura dan Jepang

Jakarta, IDM – Sejumlah penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengawali partisipasi mereka dalam Latihan Pitch Black 2026 dengan menjalani latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7).
DBFM merupakan salah satu bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) yang memberi kesempatan kepada para penerbang untuk mengenali karakteristik, kemampuan, dan performa pesawat tempur yang dioperasikan peserta latihan.
Baca Juga: MPE26 Edisi Ketiga, 559 Personel “Peacekeeping” dari 20 Negara Berkumpul di Markas PMPP TNI
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa, para penerbang dapat mempelajari prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin sebagai bekal sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks dalam tahap DBFM.

“Pelaksanaan latihan DBFM menjadi tahapan penting dalam membangun pemahaman taktis dan interoperabilitas antarpeserta sebelum memasuki skenario latihan udara yang lebih kompleks selama Pitch Black 2026,” jelas Marsma TNI I Nyoman, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (21/7).
Dalam pelaksanaan DBFM kali ini, penerbang T-50i Golden Eagle TNI AU melaksanakan latihan bersama penerbang yang mengoperasikan pesawat F-16D Royal Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Force Integration Training (FIT).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































