HANKAM

Aviation Safety Meeting Perdana, TNI AU-Angkatan Bersenjata Rusia Perkuat Kerja Sama Lambangja

Delegasi TNI AU dan RAF
Delegasi TNI AU dan Angkatan Bersenjata Rusia menghadiri Aviation Safety Meeting di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Bersenjata Rusia (Russian Armed Forces) membuka babak baru kerja sama pertahanan yang berfokus pada bidang keselamatan terbang dan kerja (lambangja).

Sebagai langkah awal, TNI AU dan Angkatan Bersenjata Rusia menggelar Aviation Safety Meeting perdana di Jakarta, Selasa (7/7). Delegasi TNI AU dipimpin oleh Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Fakhrizet, sedangkan delegasi Angkatan Bersenjata Rusia dipimpin oleh Major General Gadzhiev Tagir Minetullahovich selaku Head of the Flight Safety Service, Inspectorate of the Russian Armed Forces.

Baca Juga: Catatan Doktrin Perisai Trisula Nusantara

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi TNI AU dan Angkatan Bersenjata Rusia untuk saling bertukar informasi serta pengalaman terkait keselamatan terbang dan kerja. Melalui pertukaran tersebut, kedua pihak diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama, membangun kepercayaan, serta menjalin hubungan profesional di bidang lambangja.

Fakhrizet dan Gadzhiev Tagir Minetullahovich
Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Fakhrizet (kiri) bersama Major General Gadzhiev Tagir Minetullahovich (kanan) memimpin delegasi TNI AU dan Angkatan Bersenjata Rusia dalam Aviation Safety Meeting di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Dalam pertemuan tersebut, Kapuslaiklambangjaau menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasi dan keberhasilan pelaksanaan tugas. “Keselamatan dibangun melalui regulasi yang kuat, personel yang kompeten, alutsista yang laik, penerapan manajemen risiko yang efektif, serta budaya keselamatan yang terus ditingkatkan,” ungkap Fakhrizet, dikutip dari siaran pers Dispenau, Kamis (9/7).

Baca Juga: Daftar 5 Lulusan Terbaik Peraih Adhi Prasta AAL 72, Taruna M Rizqi Sabet Adhimakayasa!

Sebagai implementasi dari agenda pertemuan, kedua delegasi kemudian mendalami berbagai aspek pengelolaan keselamatan penerbangan militer. Pembahasan meliputi penerapan pendekatan proaktif dan prediktif dalam pengelolaan keselamatan, penguatan Safety Management System (SMS), serta digitalisasi pelaporan dan analisis data keselamatan.

Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai pengembangan predictive risk management, integrasi data keselamatan secara berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi personel guna mendukung keselamatan penerbangan militer.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.