Atlet Panahan Korps Marinir Raih Prestasi di Selangor Malaysia

Jakarta, IDM - Atlet Panahan TNI AL dari Pasmar 2 Korps Marinir berhasil meraih prestasi pada Turnamen Selangor International Barebow Archery Championship 2023.
Dikutip dari laman TNI AL, Rabu (8/3), Serda (Mar) Yeni Susanto berhasil meraih medali emas pada kualifikasi Barebow jarak 50 meter perorangan putra.
Lalu, dua medali perunggu dari kualifikasi Barebow berpasangan dengan Rio Saputra dan eleminasi Barebow jarak 50 meter beregu putra, berpasangan dengan Shindu Purwanto.
Kemudian, Aulia Agastya anak dari Sertu (Mar) Hendrawan berhasil meraih medali emas pada kualifikasi Barebow jarak 50 meter perorangan putri.
Selanjutnya, medali perak pada kategori eleminasi Barebow jarak 50 meter perorangan putri, Aulia Agastya, berpasangan dengan ibu kandungnya Ratna Hartatik berhasil meraih dua medali emas pada kualifikasi Barebow dan eleminasi Barebow jarak 50 meter beregu putri.
Baca Juga: Tim Intel Kodam I/BB Ungkap Sindikat Pengoplosan Pupuk Ilegal di Medan
Lomba panahan tersebut diikuti oleh 300 atlet dari tujuh negara ASEAN, berlangsung dari 3-5 Maret 2023 di Selangor, Malaysia. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































