Atlet Basket Resmi jadi Perwira TNI AD Berkat Program Presiden Prabowo

Jakarta, IDM – Surliyadin adalah atlet basket yang berkontribusi membawa timnas bola basket Indonesia meraih medali perunggu dalam ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Surliyadin resmi diangkat menjadi perwira TNI AD berkat program khusus yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Dilansir dari keterangan laman Indonesia Basketball League, Senin (6/4), Surliyadin yang juga pemain dari Rans Simba Bogor, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di ajang SEA Games 2025.
Ia mengisahkan program yang diikuti adalah Program Khusus Perwira Karier (Proksus PAPK TNI AD), sebuah jalur rekrutmen yang diperuntukkan bagi atlet berprestasi dengan kualifikasi pendidikan minimal S1. Melalui program ini, para atlet tidak hanya mendapatkan kesempatan berkarier di lingkungan militer, tetapi juga tetap dapat melanjutkan profesinya sebagai atlet profesional.
Baca Juga: TNI AL Mulai Transformasi Peta Laut Elektronik S-100, Target Rampung 2032
“Awalnya informasi terkait program ini memang cukup mendadak, terutama untuk cabang bola basket. Saya sempat membagikan informasi ini kepada rekan-rekan atlet SEA Games lainnya. Namun karena sebelumnya belum pernah ada atlet basket yang bergabung melalui jalur ini, kami sempat ragu karena belum memiliki gambaran yang jelas,” ungkap Surliyadin.
Keraguan tersebut akhirnya terjawab setelah melihat peluang yang ditawarkan. Fleksibilitas untuk tetap berkarier sebagai atlet menjadi salah satu alasan utama dirinya memutuskan untuk bergabung.
Dari total 21 atlet lintas cabang olahraga yang mengikuti program ini, cabang bola basket turut mengirimkan perwakilannya. Seluruh peserta harus melalui tahapan seleksi ketat, dimulai dari pantukhir hingga pendidikan militer.
Proses tersebut diawali dengan pelatihan di Akademi Militer Magelang, kemudian dilanjutkan di Kodiklat Serpong. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, para peserta resmi dilantik di Mabes TNI Cilangkap dengan pangkat Letnan Dua.
Kini, tanggung jawab baru pun diemban. Tidak hanya sebagai atlet profesional, tetapi juga sebagai Perwira TNI yang dituntut disiplin dan dedikasi tinggi.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan 2 Kapal Perang ke Samudra Pasifik, Ada Apa?
“Ke depan, saya harus bisa menjalankan semua kewajiban dengan baik, terutama dalam membagi waktu. Menjaga kondisi fisik dan kesehatan juga menjadi kunci agar tetap bisa berprestasi, baik di dunia bola basket maupun dalam tugas sebagai prajurit,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan ini, mulai dari Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapusminpers, jajaran pengurus PP Perbasi, hingga klubnya, RANS Simba Bogor.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi semakin banyak atlet Indonesia untuk mendapatkan jaminan karier sekaligus tetap berkontribusi di dunia olahraga, membawa prestasi untuk Indonesia di masa depan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































