Aster KSAU Tinjau SPPG di Dua Lanud, Pastikan Program MBG Berjalan sesuai Ketentuan dan Standar

Jakarta, IDM – Asisten Teritorial (Aster) KSAU Marsda TNI Palito Sitorus melakukan pengawasan dan evaluasi (Wasev) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua pangkalan TNI Angkatan Udara, yaitu Lanud Adi Soemarmo, Solo dan Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), baik dari sisi kualitas bahan pangan, proses pengolahan, maupun aspek higienitas dan sanitasi.
Peninjauan pertama dilakukan terhadap dua SPPG Lanud Adisoemarmo (SMO), Kamis (23/10), yang berlokasi di dapur utara Skadron Pendidikan (Skadik) 404 dan jalan raya Waduk Cengklik Ngesrep Boyolalli.
Baca Juga: Tuntaskan Tahap Awal Terbang Solo, 38 Siswa Sekbang A-106 Raih Wing Sierra
“Setiap harinya SPPG 1 menyiapkan 3.649 porsi yang didistribusikan di wilayah Colomadu dan SPPG 2 menyiapkan 3.092 porsi yang didistribusikan di wilayah Ngemplak Boyolali,” tulis Penerangan Lanud SMO melalui unggahan instagram @lanudadisoemarmo, dikutip Sabtu (25/10).
Pada kesempatan tersebut, Marsda TNI Palito berpesan agar para karyawan yang bekerja di kedua SPPG Lanud SMO mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di antaranya, sertifikasi kesehatan yang harus dimiliki oleh karyawan dan para pekerja.

Syarat-syarat lainnya adalah pelaksanaan test food yang diwajibkan untuk memastikan makanan aman dan higienis sebelum disajikan kepada penerima manfaat, serta pemasangan filter air yang berfungsi untuk menjamin kualitas air yang bersih, jernih, dan aman untuk program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Blokade Penyelundupan Timah, TNI AL Perkuat Operasi dan Latihan dari Laut Jawa hingga Dabo Singkep
“Dalam penyediaan MBG, gunakan UMKM dan pasar lokal yang bertujuan untuk memberdayakan perekonomian lokal, khususnya wilayah Solo. Program ini juga mendorong UMKM untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkap Aster KSAU.
Sehari berselang, Jumat (24/10), Marsda TNI Palito meninjau dapur-dapur SPPG milik Lanud Adisutjipto. Dua dapur sudah beroperasi penuh di wilayah lanud. Sementara itu, dua dapur lainnya masih dalam proses pembangunan yang masing-masing berlokasi di Detasemen AU Gading dan Wonosari.
“Dapur pertama setiap harinya menyiapkan 3.454 porsi makanan bergizi setiap hari untuk 15 sekolah, sementara dapur kedua pada tahap awal menyiapkan 961 porsi untuk 5 sekolah, yang secara bertahap akan meningkat hingga 3.394 porsi per hari,” tulis Penerangan Lanud Adisutjipto melalui unggahan instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta.
Baca Juga: Tinjau Batalyon Infanteri TP 821, Menhan Sjafrie: Pulau Buru Saksi Semangat Juang TNI
Aster KSAU juga memberi pesan yang sama kepada seluruh karyawan SPPG Lanud Adisutjipto, yang mencakup penerapan standar higienitas dan kontrol kualitas dalam seluruh proses pelayanan gizi.
“Mulai dari kebersihan ruangan, peralatan masak, higienitas individu, hingga pengelolaan limbah melalui IPAL harus dijaga dengan baik. Semua itu menjadi kunci utama agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjamin aman dan bergizi,” pungkas Palito. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































