Asops KSAL Beberkan Taktik Lumpuhkan Navigasi Musuh lewat Perang Siber di Seskoal

Jakarta, IDM – Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksda Yayan Sofiyan membedah strategi tempur masa depan di hadapan para perwira siswa. Dalam pembekalannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk melumpuhkan sistem navigasi serta komunikasi lawan melalui serangan digital.
Kedatangan Yayan di Bumi Cipulir disambut oleh Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadan Seskoal) Laksma Ferry Supriady di Jakarta, Jumat (8/5). Agenda ini bertujuan mematangkan konsep wargame (simulasi perang) bagi perwira siswa pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-65.
Yayan menginstruksikan para calon pimpinan TNI AL agar tidak hanya terpaku pada pola pertempuran konvensional atau tradisional. Ia memaparkan empat pilar peperangan modern yang wajib dikuasai, yakni seabed warfare (peperangan dasar laut), information warfare (peperangan informasi), cyber warfare (peperangan siber), dan psychological warfare (peperangan psikologis).
Baca Juga: Prajurit Korpasgat Asah Kemampuan Renang Militer dengan Perlengkapan Tempur
"Pasis Seskoal harus mampu mengimplementasikan cyber warfare dengan mempertahankan jaringan internal kita dari peretasan. Di sisi lain, kalian harus bisa mengganggu sistem navigasi dan komunikasi kekuatan musuh melalui serangan siber," tegas Yayan, dikutip dari keterangan Pen Seskoal, Sabtu (9/5).

Selain aspek digital, Yayan juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan di bawah permukaan air melalui seabed warfare. Strategi ini mencakup perlindungan infrastruktur vital bawah laut dengan menanamkan sensor-sensor canggih di dasar samudera guna mendeteksi ancaman sejak dini.
Terkait aspek mental, Yayan meminta para perwira piawai merancang operasi psikologis. Strategi ini bertujuan melakukan demoralisasi atau meruntuhkan mental dan semangat juang musuh melalui pesan-pesan strategis yang terukur.
Baca Juga: Pameran Kebudayaan Istri Prajurit TNI AD Tuai Apresiasi
"Kita juga harus mengintegrasikan intelijen real-time (berkala) dan manajemen data yang akurat. Gunakan taktik disinformasi atau penyebaran informasi keliru untuk menyesatkan strategi musuh," tambahnya menjelaskan konsep peperangan informasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya TNI AL dalam mencetak prajurit yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui simulasi tempur yang komprehensif, para perwira diharapkan siap menjaga kedaulatan NKRI di tengah kompleksitas ancaman global yang semakin canggih. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































