ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Tahapan Seleksi dan Kesehatan akan Dievaluasi

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) memastikan tahapan seleksi dan kesehatan pelatihan dasar militer (latsarmil) komponen cadangan (komcad) aparatur sipil negara (ASN) akan dievaluasi.
Hal ini dipastikan Kepala Bacadnas Letjen TNI Gabriel Lema setelah satu ASN meninggal dunia di tengah pelatihan komcad ASN gelombang dua tahun 2026.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Perbatasan RI–Malaysia, Panglima 3 Briged TDM Kunjungi Satgas Yonarmed 13 Nanggala
“Semuanya (akan dievaluasi). Semua lewat mekanisme kan, semua lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada,” kata Gabriel setelah penutupan latsarmil komcad ASN gelombang dua di Taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/9).
Gabriel menambahkan bahwa seleksi kesehatan juga menjadi bagian yang akan dievaluasi.
“Kesehatan (sudah) sesuai prosedur, semua ada. Tapi itu bagian dari evaluasi, untuk melihat mana yang perlu diperbaiki,” tutur Kabacadnas.
Baca Juga: Latsarmil Komcad ASN Gelombang Dua Resmi Ditutup, Kabacadnas Pastikan Kouta Tahun Ini Terpenuhi
Sebagai informasi, satu peserta latsarmil komcad ASN gelombang dua tahun 2026, Vanreko Varkas Bagaskara, dinyatakan meninggal dunia di tengah pelatihan. Vanreko merupakan ASN Kementerian Ekonomi Kreatif.
Vanreko dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (26/9), setelah dilakukan berbagai penanganan medis. Vanreko mengalami serangan penat panas atau heatstroke saat mengikuti rangkaian pelatihan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































