Aslog KSAU Buka Rapat Evaluasi Bidang Logistik

Jakarta, IDM - Asisten Logistik (Aslog KSAU) Marsda TNI Fadjar Sumaridjaji membuka rapat evaluasi bidang logistik TA 2021 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/12). Fadjar mengatakan, pemenuhan kebutuhan logistik merupakan hal yang penting dalam menjamin kesiapan Alutsista dan keberlangsungan kegiatan operasi udara.

"Setiap kegiatan logistik pada dasarnya merupakan salah satu pilar penting dari keseluruhan sistematika organisasi kerja TNI Angkatan Udara,” terang Fadjar.

Fadjar berharap rapat evaluasi bidang Logistik dapat menjadi wadah evaluasi pelaksanaan tugas serta koordinasi langsung antar satuan. Rapat juga sekaligus untuk memadukan pola pikir dan pola tindak dalam memecahkan persoalan serta mengatasi berbagai permasalahan yang timbul.
“Saya berharap kegiatan rapat evaluasi dapat menjadi referensi dalam pembinaan dan dukungan logistik ke depan yang lebih optimal,’’ ujar Aslog KSAU.

Rapat Evakuasi Bidang logistik ini dihadiri oleh Koorsahli KSAU, Irjenau, para Asisten KSAU, para Kepala Dinas jajaran logistik Mabesau, dan diikuti secara virtual oleh pejabat bidang logistik di seluruh jajaran TNI Angkatan Udara. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































