Aslat KSAD Periksa Kesiapan Prajurit Macan Kumbang Sambut Latma Garuda Shield Tahun 2023

Jakarta, IDM - Asisten Latihan (Aslat) KSAD Mayjen TNI Tri Winarno melakukan pemeriksaan kesiapan operasional prajurit Yonif Raider 515 Kostrad dalam rangka Latma Garuda Shield Tahun 2023 yang akan dilaksanakan di daerah latihan Puslatpur Marinir Situbondo bulan Agustus mendatang.
Baca Juga: Pasukan Pendarat Laksanakan TFG Geladi Posko Latgab TNI 2023
Dilansir keterangan resmi Penkostrad, Selasa, (25/7) dikatakan selaku pengambil gelar Aslat melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan personel yang terlibat Latma Garuda Shield tahun 2023 untuk memastikan bahwa semua perlengkapan dan peralatan yang akan digunakan berfungsi dengan baik.
"Pemeriksaan ini kita lakukan untuk menguji kesiapan prajurit dan unit-unit militer, serta mengevaluasi kelayakan dan kelengkapan peralatan militer yang digunakan," kata Aslat KSAD.
Baca Juga: Misi Pegasus 2023, Belasan Pesawat Angkatan Udara Prancis Mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma
Usai kegiatan pemeriksaan, Prajurit Macan Kumbang Kostrad melaksanakan yel-yel getarkan Lapangan Yon Armed 8. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































