Askomlek KSAU Soal Interoperabilitas Komunikasi: Faktor Kunci Keberhasilan Operasi

Jakarta, IDM – Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KSAU Marsda TNI Wayan Superman mengungkap bahwa interoperabilitas komunikasi menjadi faktor kunci dalam menjamin keberhasilan operasi dan latihan, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti penanggulangan bencana, evakuasi udara, bantuan kemanusiaan, hingga pengamanan wilayah udara nasional.
Hal tersebut disampaikan Askomlek KSAU dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Waaskomlek KSAU Marsma TNI Tjatur Pudji saat membuka Workshop Interoperability Komunikasi TNI AU Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Gedung NASPCI, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (19/6).
Baca Juga: Lanud Supadio Bangun Dapur SPPG untuk 4.000 Pelajar Pontianak
Wayan menambahkan, keunggulan militer pada era pertahanan modern ditentukan oleh kecepatan, ketepatan, dan keamanan informasi, bukan semata kekuatan senjata.

Selanjutnya, Askomlek KSAU turut menyoroti sejumlah tantangan integrasi komunikasi meskipun TNI AU telah mengembangkan sistem komunikasi berbasis satelit dan fiber optik.
"Tantangan tersebut meliputi disparitas teknologi antar satuan, keterbatasan perangkat di wilayah terpencil, sistem enkripsi yang belum optimal, serta belum tersusunnya protokol komunikasi terpadu lintas satuan dan matra," sambung Wayan Superman dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (21/6).
Untuk itu, forum ini menjadi penting sebagai salah satu sarana untuk mengevaluasi kondisi yang ada saat ini, merumuskan kebutuhan satuan, serta menyusun roadmap dan rekomendasi strategis guna membangun sistem komunikasi militer TNI AU yang adaptif, aman, kolaboratif, dan unggul.
"Dengan dukungan Puskodalau, Satkominfosiber Koopsudnas, dan Satkomlek Kopasgat, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan strategi integratif, mencakup peningkatan infrastruktur komunikasi, penyempurnaan SOP, penguatan kompetensi personel, serta perumusan kebijakan yang mendukung interoperabilitas komunikasi dalam mewujudkan TNI AU yang AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul dan humanis)," pungkas Askomlek KSAU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































