Asah Kemampuan Navigasi, Penerbang Skadron Udara 21 Jalani Terbang Jelajah dengan Super Tucano

Jakarta, IDM – Sejumlah penerbang Skadron Udara 21 mengasah kemampuan navigasi melalui latihan terbang jelajah (navigation exercise) menggunakan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano.
Latihan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan para penerbang tempur TNI Angkatan Udara. Selain melatih ketepatan navigasi, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat kemampuan para penerbang dalam mengenali medan dan beradaptasi dengan karakteristik dan medan berbagai wilayah operasi.
Baca Juga: Gunakan CN-235 AU Prancis, SOF TNI dan US Army Laksanakan Infiltrasi Udara di Lanud Gatot Soebroto
Selama menjalani latihan, para penerbang juga dilatih untuk menentukan posisi, merencanakan serta melaksanakan penerbangan melintasi wilayah yang lebih luas dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Di bawah pimpinan Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Dedy Pratomo, para penerbang menempuh rute latihan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang menuju Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Setelah itu, mereka akan kembali ke home base di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Dalam rangkaian latihan, sejumlah pesawat Super Tucano singgah di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (1/9). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto di military apron baseops lanud.
Baca Juga: Kodam XVII/Cenderawasih Tak Mau Prajurit Lengah di Jalan, Etika Berkendara Diperketat
Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Adisutjipto menegaskan dukungan jajarannya untuk pelaksanaan latihan. Dukungan tersebut mencakup aspek operasional untuk memastikan rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.
“Lanud Adisutjipto senantiasa siap memberikan dukungan terhadap kegiatan latihan TNI Angkatan Udara, termasuk latihan navigasi pesawat tempur Super Tucano. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelancaran latihan serta meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan para penerbang dalam melaksanakan tugas,” ungkap Toto dikutip dari unggahan instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta, Rabu (2/9).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































