Asah Kapabilitas, Penerbang Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Gelar Latihan Terbang Malam

Jakarta, IDM - Skadron Udara 27 menggelar latihan terbang malam di Lanud Manuhua Biak, Papua, Rabu (6/9) untuk meningkatkan profesionalisme dan kualifikasi para penerbang.
Unsur pesawat yang dikerahkan pada latihan kali ini adalah satu unit pesawat CN-235 dengan tail number A-2307. Latihan tersebut diikuti oleh dua siswa, yaitu Kapten Pnb Raudah (Captain Right Seat) dan Lettu Pnb Bobby (Full Captain). Adapun yang bertindak sebagai Pilot Instructor adalah Mayor Pnb Dentabella.

Komandan Skadron Udara 27, Mayor Pnb Okvan Yudoriztanto mengungkapkan, latihan terbang malam pada dasarnya merupakan bagian dari program TNI AU untuk meningkatkan kualifikasi serta kesiapan awak pesawat dalam mendukung operasi dan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Baca Juga: Siagakan Puluhan Pesawat hingga Ribuan Personel, Satgas Udara TNI AU Siap Amankan KTT ke-43 ASEAN
"Dengan mengutamakan keselamatan terbang dan kerja (lambangja), didukung oleh cuaca baik, serta kesiapan seluruh tim pendukung operasi penerbangan, latihan dapat berjalan aman dan lancar,” ungkap Okvan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































