Arhanud 2 Marinir Dalami Senapan Serbu AK Jenis Modifikasi

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir memperdalam karakteristik senjata senapan serbu AK jenis modifikasi, Surabaya, Kamis (2/1).
Komandan Batalyon Arhanud 2 Marinir Mayor (Mar) Rohmad menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan senjata perorangan sebagai bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit.
Baca Juga: Prajurit Yonif 4 Marinir Asah Kemampuan Mobile Udara
"Pengenalam senjata AK jenis modifikasi juga untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dasar prajurit dalam penggunaan senjata perorangan," jelas Rohmad, dikutip dari keterangan Pasmar 2.

Rohmad berharap melalui kegiatan pengenalan senjata AK modifikasi ini seluruh prajurit dapat memahami dan menguasai penggunaan senjata tersebut dengan baik.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kalimantan Barat
"Kegiatan ini bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur dengan harapan seluruh prajurit dapat memaksimalkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan individu," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































