HANKAM

Arahan Presiden Prabowo, TNI AD Gandeng 4 Pemda Kelola Sampah Berbasis Teknologi

TNI AD dan Pemda
Penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah TNI AD dan empat Pemda. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat bersama empat pemerintah daerah (Pemda) menyepakati kerja sama pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar seluruh jajaran turut berperan aktif mengatasi persoalan sampah yang kini telah menjadi tantangan nasional.

Baca Juga: Satu Tahun Pengabdian Kodam Mandala Trikora di Tanah Papua

“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi. Arahan Presiden itulah yang menjadi motivasi kami di TNI Angkatan Darat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan sampah. TNI Angkatan Darat siap mendukung seluruh program pemerintah tersebut,” kata Maruli saat penandatanganan Komitmen Bersama di Aula Jati Kusumo, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (7/8).

Empat Pemda tersebut yaitu, Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Semarang. Kesepakatan ini dimaksudkan sebagai langkah mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pengelolahan Berbasis Teknologi Pirolisis

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan nantinya pengelolaan sampah ini berbasis teknologi pirolisis. Ia berharap kolaborasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Juga: 175 Prajurit TNI Tiba Indonesia Setelah Emban Misi Perdamaian di Kongo, Terima Satyalancana Santi Dharma

“Di berbagai negara maju, persoalan sampah telah mampu diatasi melalui pengelolaan yang modern. Tantangan terbesar yang kita hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada banyaknya regulasi dan prosedur yang selama ini menghambat percepatan penyelesaiannya,” ungkap Zulkifli.

Ia memastikan pemanfaatan teknologi pirolisis direncanakan akan diterapkan sedikitnya di lima lokasi, yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Semarang, dan sejumlah daerah lainnya. Kawasan Bantargebang menjadi salah satu prioritas mengingat kapasitasnya sebagai tempat pemrosesan akhir sampah terbesar di Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.