HANKAM

Arahan Panglima TNI ke Prajurit Yonif TP: Hasil Pertanian Dijual ke Koperasi Merah Putih dan Jaga Kesiapan Tempur

Sjafrie Sjamsoeddin dan Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat meninjau pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 835/Samota Yudha Bhakti (SYB) di Sumbawa, NTB. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan sejumlah arahan saat meninjau markas sementara Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 835/Samota Yudha Bhakti (SYB) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/10).

Kedatangan Panglima Agus untuk mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita ikut dalam rombongan tersebut.

Baca Juga: Tiga Hari di Jakarta, Aparatur Desa Solok Digembleng Pelatihan Bela Negara TNI AL

Mereka meninjau kesiapan satuan dalam mendukung pembangunan pertahanan wilayah serta memperkuat konsep pertahanan rakyat semesta.

Agus memberikan arahan agar hasil produksi pertanian dari Yonif TP 835/Samota Yudha Bhakti dapat terhubung dengan sistem ekonomi pertahanan nasional.

Sjafrie Sjamsoeddin dan Agus Subiyanto
Panglima Agus mendampingi Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam peninjauan tersebut. (Foto: Dok. Puspen TNI)

“Kemudian bisa juga kalau sudah ada Koperasi Merah Putih, dijual ke Koperasi Merah Putih untuk konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanti sistemnya seperti itu. Sehingga hasil panen itu bisa dimanfaatkan dengan dibeli oleh Koperasi Merah Putih, dan Koperasi Merah Putih bisa dibeli oleh vendornya MBG,” kata Agus dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI, Senin (20/10).

Panglima TNI juga meminta agar kesiapan tempur prajurit terus dijaga. Ia menegaskan, meskipun prajurit aktif dalam kegiatan swasembada pangan, aspek latihan tempur dan kesiapan satuan tetap harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: The Hostage’s Hero: Aksi Prajurit TNI AL di Selat Malaka Diangkat ke Layar Lebar 2026

“Jadi walaupun melaksanakan swasembada pangan, tetapi latihan tetap harus dijaga,” tutur Agus.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menerima paparan dari Danyonif TP 835/SYB Letkol Inf M. Arifianto mengenai progres pembangunan markas yang telah mencapai 73,76 persen, serta berbagai kegiatan teritorial seperti ketahanan pangan, peternakan, dan pelayanan masyarakat di wilayah Samota. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.