Antusiasme Masyarakat Banten Mendapatkan Vaksinasi, Padati Pelabuhan Merak

Jakarta, IDM – Antusiasme warga masyarakat maritim Banten yang ingin mendapatkan vaksinasi yang digelar Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam kegiatan Serbuan Vaksin Masyarakat Maritim menyebabkan antrian yang cukup panjang yang memadati pintu masuk pelabuhan Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Banten, Jawa Barat, Selasa (27/7).
Antrian sudah mulai terlihat sejak pagi hari dan semakin siang semakin banyak warga yang berdatangan. Warga yang datang tidak hanya dari sekitar Pelabuhan Merak saja namun juga dari Taman Nasional Ujung Kulon seperti Ikhwan (41) pengusaha kayu yang juga antusias datang ke Pelabuhan Merak hanya untuk mendapatkan vaksin dari TNI AL. "Saya rela datang jauh kesini karena percaya dengan vaksin dari TNI AL, terimakasih TNI AL," ujarnya.
Rasa bahagia juga disampaikan Ibu Yuamin penjual makanan di sekitar Pelabuhan Merak saat berkesempatan berinteraksi langsung dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. Ibu berusia 53 tahun ini mengungkapkan terimakasihnya kepada TNI AL karena semua pedagang akhirnya mendapat vaksinasi.
Selain melaksanakan vaksinasi bagi warga masyarakat di Pelabuhan, TNI AL juga mendatangi para ABK Kapal yang sedang lego jangkar (ship to ship) menggunakan KAL maupun kapal-kapal dari perhubungan untuk memvaksinasi ABK kapal, karena sesuai ketentuan para ABK kapal ini tidak bisa meninggalkan kapal saat lego jangkar maupun operasi dengan tujuan untuk membantu Pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan vaksin Covid-19 secara massal dengan target 1 juta sehari.
KSAL saat mendampingi Menhan Budi Karya Sumadi dihadapan media mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi merupakan program TNI AL yang saat ini juga sudah tergelar dari Sabang sampai Merauke dengan sasaran pelabuhan-pelabuhan, pelabuhan perikanan, masyarakat pesisir, terpencil dan juga kapal-kapal yang sedang beroperasi.
Vaksinasi ini akan terus dilakukan dengan pengerahan personel dan seluruh kekuatan yang ada, apalagi saat ini Cilegon baru tervaksin sekitar 18 persen. “Nantinya akan kita lanjutkan, tidak disini saja, dengan mengerahkan personel TNI AL, gabungan Marinir dengan TNI – Polri dan juga KKP serta Koarmada I dan Lantamal”, ungkap KSAL Sampai berapapun akan kita layani, kalau perlu akan kita perpanjang hingga 5 hari kedepan karena disini masih 18% yang tervaksin, tambah Kasal.
Sebanyak 60 vaksinator yang terdiri dari Dinas kesehatan Korps Marinir, RSAL Marinir Cilandak, Batalyon Kesehatan 1 Marinir Jakarta, Satuan Kesehatan Lanal Banten, Tenaga Kesehatan Polres Banten, Kementerian Perhubungan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan dikerahkan dalam kegiatan ini dengan target 1.500 orang dengan sasaran yaitu ABK Kapal, petugas pelabuhan, serta masyarakat sekitar.
Turut hadir mendampingi KSAL Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, S.E., M.M., Dankormar Mayjen TNI Mar
Suhartono, M.Tr (Han), Walikota Cilegon Helldy Agustian, S.E., S.H., M.H., Direkur Jendral Perhubungan Darat Bapak Irjen Pol (Purn) Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana dan Direktur Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Ir. Cucu Mulyana serta sejumlah pejabat lainnya.(wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































