Antusias Warga Kampung Muara Papua Sambut Kedatangan Perdana Prajurit TNI

Jakarta, IDM – Warga Papua terlihat antusias menyambut kedatangan prajurit TNI di Distrik mereka. Momen ini terjadi di Pegunungan Bintang tepatnya di Kampung Muara Distrik Batom dan di Distrik Tarub.
Dilansir dari keterangan Pendam XVII/Cendrawasih, Kamis (26/6) kedatangan Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 753/AVT pada Rabu (25/6) dibalut suasana sukacita dan penuh haru, pasalnya masyarakat Muara telah lama menunggu kehadiran TNI untuk membantu menjaga keamanan dan perdamaian di tengah masyarakat Kampung Muara.
Kemeriahan tersebut tergambar dari seluruh masyarakat yang hadir, satu per satu dengan ramah menjabat tangan para prajurit, serta jamuan tarian adat yang dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan.
Baca Juga: TNI AD Usut Dugaan Prajurit yang Miliki Tambang Ilegal
“Kami membuka pintu lebar-lebar, menyambut kedatangan bapak-bapak TNI di kampung kami. Kita sudah lama menunggu kehadiran TNI untuk membantu menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah kita ini. Kami seluruh masyarakat Kampung merasa sangat senang dan sangat berterima kasih,” ungkap masyarakat Kampung Muara.
Letda Inf Dicky, selaku Danpos Muara menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan hanya simbol perdamaian dan keamanan, namun juga sebagai ujung tombak TNI dalam membangun kemajuan bangsa di sudut timur negeri. Hal ini menjadi wujud nyata pengabdian tanpa batas dari para prajurit TNI.
Sementara itu, di Distrik Tarub sebuah momen bersejarah tercipta. Pasukan Yakop Putih dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) untuk pertama kalinya menapakkan kaki disambut hangat warga pada Senin (23/6).
Baca Juga: Fenomena Geopolitik, Inggris Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Dipimpin oleh Letda Inf Prio, kedatangan Satgas ini juga disambut antusias oleh warga yang telah menanti dengan senyuman, uluran tangan, bahkan tarian adat dan suguhan makanan khas.

Momen ini mencerminkan eratnya hubungan emosional antara masyarakat Papua dan TNI sebagai bagian dari keluarga besar NKRI.
“Kami sangat senang TNI datang ke sini. Ini jadi harapan baru bagi kami. Semoga bisa menjaga kedamaian dan membantu kampung kami,” ungkap Yonas Taplo, salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Letda Inf Prio dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan perbatasan, tetapi juga untuk membangun harmoni, mendengar aspirasi masyarakat, dan terlibat dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Kami datang bukan hanya membawa senjata, tetapi membawa hati. Kami hadir sebagai sahabat dan keluarga masyarakat Tarub,” ujarnya.
Kedatangan ini menjadi awal dari pengabdian dan sinergi baru di wilayah yang selama ini dikenal dengan keterbatasan akses dan medan yang menantang. Masyarakat pun menyambutnya sebagai angin segar yang membawa harapan akan kemajuan, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































